PMM 87 UMM Cegah Stunting-Bagi Susu Pada Siswa SDN 01 Ngijo
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kelompok 87 gelombang 9 (PMM 87 UMM). Melaksanakan program kerja (proker) bertajuk GBS (Gerakan Bebas Stunting) di SDN 01 Ngijo Karangploso Kabupaten Malang.
Tim PMM 87 UMM ini dalam pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nikmatur Rosidah, S.Ft, M.Sc.PT. Sementara anggota Silva Putri Patimah Az (koordinator), Nazwa Diema Aurelita, Musdalifah Aulia Maulani, Atifah Marahaini, dan Tyas Ayu Putri Kusumawardhani. Kegiatan PMM ini untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang sekaligus wajib bagi mahasiswa aktif UMM sebagai bentuk pengabdian terhadap masyarakat. (https://www.umm.ac.id)

Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini dilaksanakan pada tanggal 19 Januari-19 Februari 2024. Bertujuan menciptakan kesadaran pada masyarakat pentingnya pencegahan stunting, mulai dari memperhatikan pengonsumsian makanan sehat untuk perbaikan gizi dan mendorong masyarakat melanjutkan program kerja GBS (Gerakan Bebas Stunting) PMM 87 UMM. Sehingga terlahir warga desa yang cerdas, kreatif, dan inovatif.

Stunting menjadi masalah dunia karena implikasinya menentukan masa depan bangsa. Indonesia sebagai negara berkembang masih memiliki tingkat prevalensi stunting tinggi. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 angka prevalensi stunting tercatat 8,7 juta (30,7%) bayi berumur bawah lima tahun (balita) mengalami stunting. Angka ini masih jauh dari angka target yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), seharusnya angka stunting tidak lebih dari 20%.
Upaya pencegahan stunting dilakukan oleh tim PMM 87 UMM melalui sosialisasi pengenalan stunting serta cara mencegahnya. Kegiatan tersebut di-ikuti siswa SDN 01 Desa Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang serta ibu baru melahirkan di Desa Ngijo.

Stunting pada anak akibat dari konsumsi makanan berkualitas rendah dalam jangka panjang yang dikombinasikan dengan morbiditas, penyakit menular, dan permasalahan lingkungan. Itu sebabnya PMM 87 UMM memberikan materi sosialisasi yaitu pengenalan stunting, makanan bergizi, dan pengolahan sampah.
Sosialisai ini diberikan kepada siswa SDN 1 Desa Ngijo. Selain itu siswa SDN 01 Ngijo juga dilatih membuat kerajinan, menanam, dan membuat handsanitizer dalam rangka membangun kreativitas siswa SDN 01 Ngijo. Selain itu PMM 87 UMM juga sosialisasi kepada ibu yang baru melahirkan di Desa Ngijo tentang stunting dan edukasi tentang MPASI (Makanan pendamping ASI).

Menariknya PMM 87 UMM pada pencegahan stunting membagikan susu gratis pada siswa kelas 1 dan 2 di SDN 01 Desa Ngijo, sebagai upaya mencegah stunting. Konsumsi susu pada masa anak-anak bermanfaat bagi pertumbuhan.
Siswa juga dberikan informasi manfaat minum susu. Sebab susu merupakan produk hasil ternak yang memiliki fungsi sebagai sumber energi untuk metabolisme tubuh karena memiliki gizi lengkap seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Selain itu susu juga mempunyai zat antibodi yaitu Imunoglobulin untuk daya tahan tubuh anak di masa pertumbuhan.
Melalui kegiatan PMM 87 UMM berharap, meningkatnya pengetahuan masyarakat di Desa Ngijo terkait stunting dan pencegahan-nya dan berharap masyarakat Desa Ngijo dapat menerapkan Gerakan Bebas Stunting (GBS) secara berkelanjutan. (rilis: pmm 87 umm gelombang 9)
