PMM 15 UMM Ajak Siswa SDN 02 Sukoanyar Karya Kerajinan Anorganik: Estetik-Bernilai Jual
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Bertempat di SDN 02 Sukoanyar, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur anggota Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) kelompok 15 gelombang 7 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan program kerja (proker).
PMM kelompok 15 gelombang 7 UMM ini di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Agustin Dwi Haryanti, SE, MM.A, dengan anggota kelompok atas nama Muhammad Ikhbal Ardiansyah, Mahatir Mochammad Tegar, Revinka Yarhanda, Dini Alfin Trisya Murti, serta Zuhaira Ilzami. Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

PMM kelompok 15 gelombang 7 UMM memiliki berbagai program untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Salah satu prokernya adalah berfokus pada pemberdayaan melalui aktivitas kreatif di SDN 02 Sukoanyar, mengadakan workshop kerajinan tangan memanfaatkan bahan-bahan anorganik seperti botol plastik bekas, kaleng, dan kertas koran.
Para siswa dilatih mengolah bahan-bahan tersebut menjadi barang-barang yang tidak hanya menarik secara visual tetapi juga memiliki nilai jual. PMM kelompok 15 gelombang 7 UMM mengajari siswa teknik dasar pembuatan kerajinan tangan yang meliputi melipat, mengecat, dan menyusun berbagai elemen untuk menghasilkan produk yang unik.
Siswa SDN 02 Sukoanyar diajarkan cara menggabungkan elemen-elemen yang berbeda untuk membuat karya produk estetik dan bernilai. Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan kreativitas mereka tetapi juga memberikan wawasan mengenai potensi ekonomi dari produk kerajinan yang mereka buat, serta pentingnya daur ulang dan pemanfaatan bahan bekas secara kreatif.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi para siswa, tetapi juga mengajarkan mereka pentingnya pemanfaatan barang bekas yang ramah lingkungan. Melalui pembuatan kerajinan tangan, anak-anak belajar tentang konsep daur ulang dan pentingnya menjaga lingkungan, sekaligus mengasah kreativitas mereka. Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus dan kemampuan problem solving mereka.
Selain workshop, PMM kelompok 15 gelombang 7 UMM juga mengadakan sesi diskusi tentang nilai ekonomi dari produk kerajinan tangan. Para siswa diberi pemahaman tentang bagaimana kerajinan yang mereka buat bisa memiliki nilai jual dan berpotensi menjadi usaha kecil yang menguntungkan.
Diskusi ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk lebih serius dalam kegiatan kreatif dan mungkin menginspirasi mereka untuk memulai usaha kerajinan tangan di masa depan.Kegiatan ini mendapat sambutan antusiasn pihak sekolah dan orang tua siswa.

Kepala SD Negeri 2 Sukoanyar, Ibu Ipik Kusmartini S.Pd. SD, mengungkapkan apresiasinya terhadap program ini. “Kami sangat senang dengan kegiatan ini. Selain memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak, kegiatan ini juga mendukung pendidikan karakter mereka, terutama dalam hal kreativitas dan tanggung jawab lingkungan,” ujarnya.
Mahasiswa PMM kelompok 15 gelombang 7 UMM juga merasa puas dengan hasil kegiatan ini. Melalui pengalaman langsung berinteraksi dengan anak-anak dan masyarakat, mereka mendapatkan kesempatan untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah dalam konteks dunia nyata. “Kami berharap kegiatan ini bisa memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Kami juga berharap anak-anak bisa memanfaatkan keterampilan ini di kehidupan sehari-hari mereka,” kata salah satu angota PMM kelompok 15 gelombang 7 UMM, Revinka.
Kegiatan ini adalah contoh nyata dari komitmen UMM dalam melaksanakan program pengabdian masyarakat yang tidak hanya fokus pada pemberian bantuan, tetapi juga pada pemberdayaan dan peningkatan kapasitas masyarakat melalui kegiatan kreatif. Dengan semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, PMM 15 UMM menunjukkan bahwa kreativitas dan pendidikan dapat berjalan bersamaan untuk menciptakan perubahan yang berarti. (penulis/foto: pmm kel 15 gel 7 umm/editor: hamim)
