PMM 102 UMM Kembangkan Sistem Informasi Kependudukan Terintegrasi Desa Tamanharjo
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa kelompok 102 gelombang 5 Universitas Muhammadiyah Malang populer disebut PMM 102 UMM, menggelar program kerja tentang digitalisasi layanan publik di Desa Tamanharjo, Singosari, Kabupaten Malang.
Tim PMM 102 gelombang 5 UMM di bawah pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Anda Bina Afianto LC. M.HI, sementara mahasiswa atas nama Muhammad Novel (Koordinator), Anggota Faris Taufiqillah Rahman, Muhammad Faisol, Sofia Nur Wijayanti, dan Wardah Qoniah. Proker (program kerja) unggulan tentang Implementasi Pengembangan Sistem Informasi Kependudukan Terintegrasi Untuk Meningkatkan Efektivitas Pelayanan Masyarakat.
Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) di Universitas Muhammadiyah Malang wajib bagi mahasiswa aktif UMM. PMM 102 UMM bentuk partisipasi mahasiswa dalam kontribusi kepada masyarakat. Pelaksanaan proker PMM 102 UMM pada tanggal 19 Januari 2024. Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil Penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). (https://www.umm.ac.id)

Menurut Muhammad Novel pelayanan publik yang efektif dan efisien salah satu tujuan utama dari program kerja (proker) PMM 102 UMM di Desa Tamanharjo agar pelayanan masyarakat prima. Khususnya pelayanan publik bidang kependudukan. Dalam rangka meningkatkan efektivitas pelayanan kependudukan, PMM 102 UMM membuat proker sistem informasi kependudukan yang terintegrasi.
Melalui sistem informasi kependudukan yang terintegrasi, data kependudukan dapat diakses dengan mudah dan cepat oleh perangkat Desa Tamanharjo untuk pelayanan masyarakat. Sehingga proses melayani masyarakat dapat dilakukan lebih efektif dan efisien serta dalam pembuatan surat pengantar dapat diproses dengan cepat.
Selain itu, sistem informasi kependudukan terintegrasi juga dapat membantu meminimalisir kesalahan data dan memudahkan pengelolaan data kependudukan sehingga data kependudukan menjadi lebih akurat dan terkini.
Manfaat lain dari pengembangan sistem informasi kependudukan terintegrasi adalah memudahkan akses masyarakat terhadap informasi kependudukan. Masyarakat dapat mengakses informasi kependudukan dengan mudah dan cepat melalui internet. Hal ini dapat membantu masyarakat dalam memperoleh informasi kependudukan yang akurat dan terkini.
Namun, pengembangan sistem informasi kependudukan terintegrasi juga menghadapi beberapa tantangan dan hambatan. Salah satunya kurangnya sumber daya manusia yang terlatih dalam pengelolaan sistem informasi kependudukan, dan juga kurangnya dukungan dari masyarakat dalam penggunaan sistem informasi kependudukan, menjadi hambatan implementasi sistem informasi kependudukan terintegrasi.

Untuk mengatasi tantangan dan hambatan dalam implementasi sistem informasi kependudukan terintegrasi, PMM 102 UMM mengadakan sosialisasi terkait program sistem informasi kependudukan sebagai edukasi tentang program Pengembangan Layanan Sistem Informasi dan Manajemen Kependudukan di Desa Tamanharjo.
Kesimpulannya, pengembangan sistem informasi kependudukan terintegrasi merupakan sebuah solusi yang efektif dalam meningkatkan efektivitas pelayanan masyarakat di bidang kependudukan. Dengan adanya sistem informasi kependudukan terintegrasi, proses pelayanan masyarakat dapat dilakukan dengan lebih cepat, efektif, dan efisien. (rilis: pmm 102 umm gelombang 5)
