Pengaruh Terhadap Daya Kerja Metformin HCI Pada Tikus Jantan Galur Wistar
Penulis: Dwi Mustika Amalia, mahasiswa farmasi, FIKES, Universitas Muhammadiyah Malang
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Interaksi obat merupakan masalah yang perlu dicermati. Interaksi yang terjadi kemungkinan dapat menyebabkan perubahan efek farmakologi suatu obat. Interaksi yang terjadi bisa menguntungkan atau merugikan. Nattokinase merupakan produk nutraceutical yang mempunyai efek khusus melancarkan aliran darah. Pada penderita diabetes mellitus, tingginya kadar glukosa darah mengakibatkan viskositas darah menjadi meningkat dan hal ini akan sangat beresiko terhadap laju alir darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian nattokinase terhadap daya kerja metformin HCl dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Wistar. Penelitian ini menggunakan metode uji toleransi glukosa oral dengan pembebanan glukosa dosis 4,5 g/KgBB. Hewan uji yang digunakan yaitu tikus putih jantan galur Wistar umur 2-3 bulan dengan berat badan 180-200 gram, sebanyak 24 ekor yang dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 6 ekor tikus. Kelompok I sebagai kelompok kontrol negatif diberi aquadest, kelompok II sebagai kelompok kontrol positif diberi metformin HCl dosis 45 mg/kg BB, kelompok III diberi nattokinase dosis 22,5 mg/kg BB , kelompok IV diberi metformin HCl dosis 45 mg/KgBB dengan selang waktu 2 jam setelah pemberian nattokinase dosis 22,5 mg/kg BB secara peroral, 30 menit kemudian semua kelompok perlakuan diberi glukosa. Saat pemberian glukosa dianggap sebagai waktu
ke-0. Pengambilan darah melalui sinus orbitalis mata pada menit ke (-60), (-30), 0, 60, 120, dan 180. Kadar glukosa darah diukur dengan alat Blood Glucose Test Meter GlucoDr. Efek penurunan kadar glukosa darah ditunjukkan dengan menghitung nilai LDDK0-300 (Luas Daerah Di bawah Kurva menit ke-0 sampai menit ke-300 dari grafik waktu vs kadar glukosa darah). Data yang didapat diuji statistik dengan uji Levene, uji Kolmogorof- Smirnov, dan uji lanjut dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian metformin HCl 2 jam setelah pemberian nattokinase dapat menurunkan daya kerja metformin HCl sebesar 11,67%.Menurut survei yang dilakukan WHO, Indonesia menempati urutan ke-4 dengan jumlah penderita diabetes terbesar di dunia setelah India, Cina dan Amerika Serikat (Tjokroprawiro, A., 2000). Pasien diabetes mellitus biasanya kualitas darah mereka sangat jelek karena berbagai macam alasan, seperti tingginya kadar glukosa darah, hiperlipidemia dan lain-lain. Hal ini sangat beresiko karena pasien diabetes mellitus akan mudah terkena stroke dan serangan jantung koroner (Harkness, 1989). Nattokinase merupakan produk nutraceutical yang memiliki efek khusus untuk melancarkan aliran darah dengan cara memecah fibrin (NCC of Japan, 2006). Produk ini di masyarakat sering digunakan untuk mengatasi kesemutan dan gangren pada pasien diabetes mellitus yang berawal dari tidak lancarnya aliran darah akibat kadar glukosa darah yang tinggi. Salah satu obat antidiabetik oral yang sering digunakan adalah metformin HCl, terutama bagi penderita diabetes mellitus tipe 2 disertai kegemukan. Pada penderita diabetes mellitus yang disertai kegemukan dianjurkan untuk menggunakan metformin HCl, karena dapat menurunkan nafsu makan (Sumi, H et al, 1990)
Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dibuktikan dengan penelitian bagaimana efek dari interaksi antara nattokinase dengan metformin HCl terhadap penurunan kadar glukosa dalam darah.
Nattokinase yang memiliki efek khusus untuk melancarkan aliran darah dengan cara memecah fibrin. Dengan pecahnya molekul fibrin, maka darah yang kental dengan viskositas yang tinggi pada kondisi diabetes yang diakibatkan oleh tingginya kadar glukosa darah dapat menjadi turun viskositasnya, sehingga mampu menurunkan kadar glukosa darah (Pais, 2006).
Pada kelompok IV yaitu kelompok perlakuan pemberian SALAKINASE® dan Metformin HCl, ternyata dapat mempengaruhi kadar glukosa darah tikus yang dibuat hiperglikemik mempunyai persentase penurunan kadar glukosa darah 52,03%. Hal ini berarti Salakinase® dapat menurunkan daya kerja Metformin HCl sebesar 11,67%.
Hal ini dimungkinkan terjadi interaksi obat tetapi belum dapat dipastikan interaksi apa yang terjadi. Interaksi yang merugikan ini dimungkinkan terjadi karena adanya interaksi farmasetis yaitu pada saat pencampuran obat biasanya berakibat inaktivasi obat, interaksi farmakokinetik yaitu bila salah satu obat mempengaruhi absorbsi, distribusi, metabolisme, atau ekskresi obat kedua dengan mengukur kadar obat di dalam darah. Pada penelitian ini yang diamati adalah efek penurunan kadar glukosa darah jika pemberian dikombinasi. (dwi mustika amalia, NIM:202310410311216, kelas:farmasi e)
