Penerapan Teknologi Artificial Intelligence (AI) di Bidang Kesehatan
Penulis: Safira Alista Caroline, mahasiswaProdi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Teknologi AI adalah akronim dari Artificial Intelligence. Artificial dapat diartikan buatan sedangkan intelligence dapat diartikan sebagai kecerdasan. Artificial intelligence adalah kecerdasan buatan yang merupakan perangkat yang dapat meniru kecerdasan manusia. AI mengacu pada robot dan komputer dengan tingkat kecerdasan manusia atau manusia super dengan kepribadian yang cukup. Artificial Intelligence dibuat oleh mesin yang di program dibuat untuk berpikir seperti manusia atau menunjukkan sifat sifat yang terkait dengan manusia dan meniru tindakan mereka.teknologi AI dapat memahami lingkungan, mengenali objek, berkontribusi dalam pengambilan keputusan,memecahkan masalah kompleks,belajar dari pengalaman, dan dapat meniru pola. Teknologi AI memiliki potensi besar untuk mengubah aspek kehidupan manusia di masa depan. Contoh AI yang sering digunakan dalam kehidupan sehari hari yaitu E-commerce, autocorrect, chat GPT, aplikasi M-banking, aplikasi transportasi online, game online dan lain lain. Teknologi AI dapat digunakan untuk menganalisis data medis, mendiagnosis penyakit, dan bahkan meramalkan kemungkinan terjadinya penyakit. Contohnya termasuk diagnosis penyakit berdasarkan gambar medis seperti MRI atau CT scan, pengembangan terapi personal berdasarkan data genetik dan riwayat medis pasien, serta pengelolaan data pasien untuk memprediksi risiko penyakit atau komplikasi. Hal ini memungkinkan para profesional kesehatan untuk memberikan perawatan yang lebih efektif dan tepat sasaran. Ketidakakuratan bisa saja terjadi yang memengaruhi keputusan profesional medis, AI belum mampu mempertimbangkan variabel sosial lain yang dapat berpotensi menimbulkan konsekuensi serius pada pemberian resep obat dan dapat membahayakan pasien.
Inovasi AI telah memberikan peningkatan layanan medis di era digital. AI dapat membantu meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan dengan memberikan panduan dan informasi kepada pasien melalui asisten AI. Hal ini dapat membantu pasien dalam menjaga kesehatan mereka dan mendapatkan informasi yang akurat AI dapat mendeteksi dini komplikasi kehamilan seperti preeklampsia atau gangguan pertumbuhan janin, sehingga intervensi medis yang tepat waktu dapat dilakukan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan bayi . AI dapat memberikan saran gaya hidup sehat yang spesifik dengan merekomendasikan jenis latihan, jumlah kalori, dan jenis makanan yang sesuai untuk menurunkan berat badan atau mengontrol kolesterol. AI dapat menganalisis data dan pola penyebaran penyakit dengan membantu dalam mengidentifikasi daerah-daerah yang berisiko tinggi dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat. AI dapat digunakan untuk mengelola data medis, seperti pencarian data pasien dan rekam medis. AI dapat mengedit gen untuk memperlambat pertumbuhan sel kanker atau meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan membunuh sel kanker. AI dapat membantu deteksi lebih cepat terhadap tumor dan kanker sehingga memungkinkan penanganan yang lebih dini . Selain itu, AI juga dapat digunakan dalam pengembangan obat, pemantauan kondisi pasien secara real-time, dan meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam bidang kesehatan. Apoteker berkolaborasi dengan algoritme AI untuk mengoptimalkan formulasi dan interaksi obat, sehingga meningkatkan keselamatan pasien.
AI akan memengaruhi jumlah pekerjaan di layanan kesehatan, karena permintaan akan pekerjaan akan meningkat, bahkan memungkinkan fakta bahwa sekitar 10 persen aktivitas keperawatan dapat dibebaskan dengan otomatisasi. Peran administratif dalam layanan kesehatan, seperti resepsionis dan petugas entri data, mungkin mengalami penurunan karena AI mengambil alih tugas-tugas rutin seperti mengotomatiskan tugas-tugas seperti penjadwalan janji temu, penagihan medis, dan pendaftaran pasien.. Dengan otomatisasi beberapa tugas, profesional kesehatan manusia dapat lebih fokus pada aspek-aspek yang memerlukan keahlian manusia, seperti interaksi pasien, diagnosa kompleks, dan perencanaan perawatan yang holistik. AI menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan data dan privasi. Karena catatan kesehatan penting dan rentan, peretas sering kali menargetkannya saat terjadi pelanggaran data. Oleh karena itu, menjaga kerahasiaan rekam medis sangatlah penting Meskipun terdapat potensi pengurangan pekerjaan dalam beberapa area, implementasi AI dalam bidang kesehatan juga menciptakan peluang baru. Meskipun AI dapat memberikan analisis dan rekomendasi berdasarkan data, AI mungkin tidak selalu dapat memahami konteks secara menyeluruh dalam situasi medis yang kompleks. Pemahaman konteks dan pengambilan keputusan yang kompleks masih merupakan kekuatan utama dari tenaga medis manusia. Jika terjadi kegagalan sistem atau masalah teknis lainnya, dapat mempengaruhi akses dan kualitas layanan kesehatan. Penting untuk memiliki rencana darurat dan backup yang memadai untuk mengatasi masalah ini. Penggunaan AI melibatkan pengolahan dan analisis besar-besaran data pasien, dan jika tidak dielola dengan baik, ini dapat mengakibatkan pelanggaran privasi yang signifikan. Pada akhirnya, penggunaan AI dalam layanan medis harus dilakukan dengan hati-hati dan mempertimbangkan berbagai aspek etika, privasi, dan keamanan.
AI belum dapat sepenuhnya menggantikan peran manusia, teknologi ini dapat mendukung psikolog dan terapis manusia. AI juga dapat membantu orang yang tinggal di daerah sulit dijangkau atau dengan akses terbatas ke layanan kesehatan mental. AI memiliki potensi untuk mengubah cara perawatan kesehatan mental menjadi lebih mudah diakses, responsif, dan terjangkau. Meskipun AI memiliki potensi yang besar dalam meningkatkan diagnosa penyakit, perlu diingat bahwa AI tidak dapat menggantikan peran dokter dan tenaga medis. AI hanya dapat memberikan bantuan dan panduan awal dalam proses diagnose. Penting untuk mengatur penggunaan AI dengan bijaksana, serta mengembangkan kebijakan dan regulasi yang tepat. Para profesional di bidang kesehatan harus memanfaatkan AI sebagai alat untuk meningkatkan pekerjaan mereka, bukan mengkhawatirkannya sebagai ancaman karena petugas layanan kesehatan dapat tetap berharga dan relevan dalam industri layanan kesehatan yang semakin didorong oleh AI.
