Pendidikan Karakter, Tema Prakarsa Perubahan Kepala SMK Mutu Gondanglegi.
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Salah satu kompetensi kepala sekolah adalah menjadi penggerak dalam pendidikan. Oleh karena itu perlu upaya dan usaha meningkatkan kompetensi dan kapasitansi kemampuan kepala sekolah. Hal tersebut dikatakan Kepala SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Munali, ST, M.Pd, bahwa yang melatarbalakangi kegiatan rekognisi kepala sekolah SMK Pusat Keunggulan yang dilaksanakan secara bertahap di seluruh Indonesia.

Materi kegiatan rekoqnisi antara lain pembelajaran berbasis pada teori pendidikan Ki Hajar Dewantoro yang meliputi tujuan sesungguhnya pendidikan, yaitu menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setingi-tingginya.
Dijelaskan ustadz Munali, kegiatan rekognisi berpusat pada tiga kompetensi sebagai kepala sekolah, yaitu Kepemimpinan Pembelajaran, Pembelajaran Sosial dan Emosional, Budaya positif. Waktu yang harus dipenuhi terhitung 88 jam, dan dilaksanakan dalam waktu dua bulan, dengan metode daring dan luring.

“Tujuan secara umum kegiatan ini adalah menjadikan kepala sekolah sebagai penggerak pendidikan di lingkungannya masing-masing,” ujar ustadz Munali.
Menurut ustadz Munali sebagai salah satu peserta mengangkat tema, Peningkatan Pendidikan Karakter Dengan menerapkan Budaya 5S Dalam pembelajaran, saat Praktik pelaksanaan presentasi prakarsa perubahan yang ditampilkan dalam Lokakarya Panen Raya Aksi Nyata. Kegiatan tersebut sebagai tugas penutup kegiatan diklat rekoqnisi gelombang 4 yang diselenggarakan di Surabaya.

Dalam aksi nyata, ustadz Munali menyampaikan materi, Meningkatkan Karakter Siswa Dengan Penerapan 5S Dalam Pembelajaran. Dengan menggunakan metode ATAP, dan BAGJA, prakarasa perubahan sebagai bentuk aksi nyata kegiatan pendidikan dan pelatihan.
Sekaligus sebagai penutup rangkaian kegiatan yang meliputi kolaborasi dari Modul 1 tentang Kepemimpinan Pembelajaran, Modul 2 Tentang Pembelajaran Sosial dan Emosional, Modul 3 tentang Budaya Positif.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap dapat menggerakkan guru untuk melksanakan pembelajaran yang berpusat kepada siswa,” tandas ustadz Munali. (humas smk mutu)
