PCIM Turki-Lazismu Pulihkan Trauma Psikis Anak-Anak Pengungsi Gempa
TABLOIDMATAHATI.COM, TURKI-Seperti diberitakan majelis pustaka informasi PCIM Turki sebelumnya, bahwa tim PCIM Turki yang di support Lazismu terus mendampingi penerjemahan Tim EMT MDMC sejak (16/02) 2023.
Menurut Majelis Pustaka Informasi PCIM Turki, Tri Julia, tim PCIM datang ke Hatay bertujuan melakukan program pendampingan penerjemahan. Program pendampingan penerjemahan ini dilakukan setiap sore pada pukul 16.00 TRT (waktu Turki).

Dengan tiga orang penanggung jawab dan beberapa relawan yang memiliki pengalaman sebagai guru juga ikut terjun dalam program pendampingan psikososial. Mereka adalah Hidayah Hariani, Keisha Aura Fajria Putri dan Bayizah Angga.
Mereka bertepatan awalnya bertugas sebagai penerjemah dari pagi-sore hari (pukul 09.00-15.00 TRT) dan bertugas mendampingi psikososial dari pukul 16.00-18.00 TRT (waktu Turki).
Pendampingan Psikososial yang dilakukan oleh tim PCIM dan Lazismu ini awalnya dilakukan dua hari sekali tapi sejak kedatangan bantuan tim penerjemah pendampingan psikososial dilakukan setiap hari.
Menurut Tri Julia, pendampingan psikososial yang dilakukan memiliki peminat yang terus meningkat setiap harinya. Mulai dari 20 orang hingga sampai kemaren total ada 60 orang anak yang ikut serta dan bermain bersama teman-teman di program psikososial.
Jumlah anak-anak yang terus bertambah dan perbedaan sifat serta kharakter yang dimiliki oleh mereka membuat tim pendampingan psikososial sedikit kesusahan. Tapi teman-teman psikososial tetap semangat sambil terus mencari bagaimana cara untuk membuat anak-anak dapat bermain bersama.

Kata Tri Julia, penyemangat itu juga datang dari anak-anak yang semangat sekali untuk belajar. Hal tersebutlah yang menjadi motivasi tim pendampingan psikososial untuk terus membuat permainan, program belajar Bahasa Inggris secara singkat dan menanamkan nilai pembelajaran pada diri mereka.
Seperti halnya yang di sampaikan salah satu anak “Böyle gibi çok seviyorum çünkü bizim okulmuz yoktur, teşekkürler ” artinya Aku sangat senang dengan program ini karena sekolah kita ga ada, makasih banyak yaa.
Semoga ini menjadi awalan yang baik dalam proses psikososial para penyintas anak-anak dan juga awalan yang baik dalam penjajakan internasionalisasi Muhammadiyah di Turki. (rilis: tri Julia/editor: doni osmon)
