Program Merenda Budaya dalam Gerak, Bantu Anak Disabilitas Kembangkan Talenta Seni
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Merenda Budaya dalam Gerak: Panggung Disabilitas yang Inklusif bulan Mei 2026 lalu. Kegiatan ini didukung oleh Dana Indonesiana. Menurut Ketua pelaksana kegiatan, Delora Jantung Amelia, M.Pd, disapa Delora kegiatan ini dalam upaya mendukung pengembangan seni budaya yang inklusif, sekaligus Pemetaan Potensi Anak Disabilitas untuk Pengembangan Seni Budaya Inklusif.
Dalam kegiatan tersebut, kata Delora menghadirkan pemateri Vivi Kurnia Herviani, M.Pd, dengan peserta guru sekolah SLB, komunitas disabilitas, pendamping, akademisi, serta pegiat seni budaya di Kota Malang. Tujuannya untuk mengidentifikasi potensi, minat, bakat, serta kebutuhan pendampingan anak disabilitas dalam bidang seni budaya sebagai dasar penyusunan program pelatihan dan pertunjukan seni inklusif.

Melalui pemetaan ini, tandas Delora, peserta diajak untuk mendiskusikan berbagai peluang pengembangan kemampuan anak disabilitas pada bidang seni tari, seni suara, musik tradisional, dan berbagai bentuk ekspresi budaya lainnya.
Hasil pemetaan akan menjadi dasar penyusunan program latihan, pendampingan, dan perancangan pertunjukan pada kegiatan Merenda Budaya dalam Gerak: Panggung Disabilitas yang Inklusif yang akan dilaksanakan di Kota Malang. Program ini diharapkan dapat menghadirkan ruang budaya yang lebih terbuka, setara, dan menghargai keberagaman kemampuan setiap anak.

“Kami berharap dari kegiatan ini semakin banyak pihak yang terlibat dalam mendukung pengembangan seni budaya inklusif sehingga anak disabilitas memperoleh kesempatan menunjukkan potensi, kreativitas, dan prestasi mereka kepada masyarakat. Kegiatan pemetaan ini merupakan awal dan penting mewujudkan ekosistem seni budaya yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan di Kota Malang,” ujar Delora.
Di tempat yang sama, pemateri Vivi Kurnia Herviani, M.Pd menyampaikan pentingnya pemetaan potensi sebagai langkah awal dalam memberikan layanan dan ruang ekspresi yang sesuai dengan karakteristik setiap anak. Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda sehingga pendekatan yang digunakan dalam kegiatan seni perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kekuatan yang dimiliki masing-masing individu.
Menariknya usai paparan materi Vivi mengajak perwakilan komunitas disabilitas dan guru berdiskusi hingga berbagi pengalaman tentang potensi anak-anak di lingkungan mereka. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa banyak anak disabilitas memiliki ketertarikan dan kemampuan dalam berbagai bidang seni, seperti menari, menyanyi, bermain karawitan, memainkan alat musik tradisional, membaca puisi, bercerita, serta menampilkan gerak kreatif berbasis budaya lokal.

Potensi tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui pendampingan yang berkelanjutan dan penyediaan ruang tampil yang inklusif.
Selain pemetaan potensi, Vivi berharap dari kegiatan ini sebagai Langkah awal wadah kolaborasi antara guru, komunitas disabilitas, seniman, dan akademisi dalam merancang program seni budaya yang ramah disabilitas. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan model pembinaan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan artistik, tetapi juga mampu meningkatkan kepercayaan diri, keterampilan sosial, kemandirian, serta partisipasi anak disabilitas dalam kehidupan bermasyarakat. (humas kegiatan)
