Parenting Akbar Yayasan Insan Permata Malang, Undang Tokoh Parenting Nasional-Seribu Wali Murid
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Yayasan Intan Permata Malang gelar Kajian Parenting Akbar yang dihadiri oleh 1.056 wali murid pada (25/2) di Masjid Raya An-Nur Polinema. Mengusung tema penting “Darurat Akhlaq, Tanggung Jawab Siapa?” yang dibawakan oleh Tokoh Parenting Nasional, Ustadz Mohammad Fauzil Adhim.
Disampaikan langsung oleh Manajer Jaringan dan Pemberdayaan Alumni Yayasan Insan Permata, Siti Nooraini Immawati, SE, Kajian Parenting Akbar merupakan agenda yang dilaksanakan dalam satu tahun sekali yang sifatnya wajib.

Lanjut Immawati, begitu disapa, menjelaskan bahwa Yayasan Insan Permata terdiri dari beberapa unit layanan pendidikan antara lain yaitu PAUD (TPA-KB-TK), SD, dan SMP yang masing-masing juga melakukan kegiatan parenting. Kegiatan lainnya yang serupa seperti Parents’Day, Outing, Sekolah Orang Tua, Pendidikan karakter, dan Profil Pelajar Pancasila yang sama-sama melibatkan orang tua, guru, serta murid. Terakhir, Immawati juga menginformasikan bahwa sampai saat ini SMPIT Insan Permata masih menerima peserta didik baru.

“Harapan dari Yayasan, mengajak orang tua murid untuk berkolaborasi bersama agar wali murid memiliki kesadaran bahwasannya mendidik akhlak itu bukan sesuatu hal yang instan. Harus menyamakan mindset, bahwa akhlak ini adalah hal yang harus dipersiapkan dari awal secara bersama antara orang tua dan sekolah.” Ujar Manajer Jaringan dan Pemberdayaan Alumni YIPM.

Kajian Parenting Akbar dibuka dengan sambutan dari Ketua Yayasan Insan Permata, Ir. Ludfi Djakfar, MSCE., Ph.D., yang menjelaskan bahwa kegiatan ini sebagai Langkah preventif di zaman yang dimana mulai gencarnya degradasi atau kerusakan akhlak. Dengan diadakannya agenda ini bisa menjadi bekal kuat bagi wali murid dan pengajar Yayasan Insan Permata yang meliputi PAUD-SD, SMP IT Malang.
“Sekolah insan permata adalah sekolah inklusif, siapapun boleh mendaftar di sekolah kita. Tujuan kita mengelola Insan Permata ini untuk mendidik putra-putri kita semua untuk menjadi anak-anak sholeh dan sholihah.” Jelas Ludfi Djakfar.

Dilanjutkan dengan acara inti, kajian parenting oleh ustadz Fauzil, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa peran orang tua sangat krusial bagi masa depan anak. Ustadz Fauzil menjelaskan bahwa semua anak lahir dalam keadaan fitrah dan baik dari zaman kapanpun hingga nanti mereka tumbuh menjadi siapa oleh orang terdekatnya. Dalam hal ini, sambung ustadz Fauzil, dibutuhkan ornag tua yang peduli dan tidak hanya mengandalkan pujian semata.
“yang paling dibutuhkan anak adalah bagaimana orang tua itu bisa ngemong tur gemati” ucap ustadz sekaligus penulis terkemuka.

Sambung ustadz Fauzil, anak membutuhkan sosok dimana mereka mampu mengkomunikasikan keresahan. Mengambil salah satu kisah zaman Rasulullah, seperti perilaku Nabi Muhammad SAW ketika ada pemuda yang meminta izin untuk berbuat dosa. Rasulullah tidak langsung menghakimi benar ataupun salah, melainkan dengan berdialog dan meluruskan. Keluarga harus bisa menciptakan bi’ah sholihah wa hasanah (suasana baik) dalam rumah agar anak.
“Prioritas utama adalah mengembangkan kebaikan mereka dan bukan tergesa-gesa kepada kemampuan mereka.” Pungkas ustadz Fauzil Adhim
Perlu diketahui, juga diadakan sosialisasi edukasi dari mitra Yayasan Insan Permata Malang yaitu Lembaga Inisiatif Zakat Indonesia (IZI). Selain itu juga ada sesi bagi-bagi doorprize untuk wali murid yang memeriahkan acara. (reporter: hamara/editor: doni osmon)
