Menjunjung Toleransi dan Kebhinekaan, SMPN 1 Wonosalam Jombang Terapkan P5 dalam Kurikulum Merdeka
Oleh: Fenni Amelia Wijaya, mahasiswi Prodi PGSD Universitas Muhammadiyah Malang
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– P5 atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan salah satu program dalam kurikulum merdeka. Melansir dari laman Kemendikbud, P5 atau Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan upaya untuk mendorong tercapainya Profil Pelajar Pancasila dengan menggunakan paradigma baru melalui pembelajaran berbasis projek. Isi dari projek P5 ini adalah tujuan, Langkah, media pembelajaran, dan asesmen yang dibutuhkan untuk melaksanakan proyek penguatan profil pelajar Pancasila.
Tujuan P5 ini salah satunya adalah membantu guru dalam menumbuhkan kapasitas dan membangun karakter luhur sebagaimana yang dijabarkan dalam profil pelajar Pancasila. Selain itu, tujuan dari P5 ini untuk satuan Pendidikan adalah bisa mengembangkan modul proyek sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik, memodifikasi, atau menggunakan modul proyek yang disediakan sesuai dengan karakteristik daerah, satuan pendidik, dan peserta didik.
Dalam menerapkan P5 di kurikulum merdeka ini, SMPN 1 Wonosalam, Jombang. mengikuti pawai yang mengangkat tema seputar makna toleransi, kebhinekaan. Slogan yang dipakai adalah Bhineka Tunggal Ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Dalam pawai tersebut, SMPN 1 Wonosalam menampilkan busana dari setiap umat beragama yang ada di Indonesia. Mulai dari Islam, Kristen, Budha, dan Konghucu. Dalam hal tersebut, SMPN 1 Wonosalam menyampaikan pesan tersirat bahwa meskipun berbeda, kita tetap bisa Bersatu dan berjalan beriringan. Pesan lainnya yaitu SMPN 1 Wonosalam ingin menunjukkan bahwasanya sekolah itu tempat yang aman untuk belajar, guru-guru yang penuh perhatian kepada para peserta didiknya dan lebih ditekankan pada karakternya. Sehingga kegiatan pawai ini mempunyai pengaruh positif dan perlu diterapkan sebagai bentuk aksi nyata dalam menjunjung rasa toleransi antar agama, suku, dan budaya.
Kesimpulannya, kita sebagai warga negara Indonesia harus menjunjung tinggi nilai toleransi. Karena Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak sekali perbedaan agama, suku, dan budaya. Sehingga perlu ditanamkan rasa toleransi dan saling menghargai sejak dini. Dan dalam kurikulum merdeka, menerapkan pembelajaran yang menekankan Pendidikan karakter sejak dini sangat diperlukan sebagai proses penguatan karakter, sekaligus untuk belajar dari lingkungan sekitarnya. (penulis: fenni amelia wijaya, nim : 202210430311038, mahasiswa jurusan pgsd umm)
