Mengawali Langkah dengan Basmalah
Oleh : Hanief Arkaan, anggota PCIM Sudan
TABLOIDMATAHATI.COM, SUDAN-Khartoum menjadi saksi akan keinginan yang kuat dari para amil Lazismu untuk memulai Langkah, kota ini menjadi permulaan gerakan baik itu di dendangkan. Sebanyak 13 orang amil datang dengan memiliki potensi dan kekuatannya masing-masing, bahkan dua orang amil yang sedang studi di kampus Alqur’an Omdurman pun dengan semangat datang ke Khartoum. Salah satu dari mereka akan melaksanakan ujian besok. Do’a terbaik untuk kemudahan ujiannya.
Setiap Langkah yang tidak di awali dengan Bismillah maka amalan tersebut akan terputus, ya Hadist ini yang sangat terngiang-ngiang dalam benak saya agar berusaha untuk memulai sesuatu dengan Bismillah. Maka dari itu mengawali tulisan ini dengan bertema “Mengawali Langkah dengan Basmalah” supaya nantinya gerakan filantropi Lazismu Sudan diberikan kemudahan dan keberkahan. Aamiin.
Melihat wajar baru dan lama Bersama memberikan kesan bahwa siapapun yang ingin masuk dalam Lazismu memiliki kesamaan untuk membantu dan bermanfaat untuk sesama, sehingga Anak lama tidak merasa senior ataupun yang baru tidak merasa sangat junior. Yang adalah kesemuanya semaksimal mungkin untuk saling melengkapi dan berusaha untuk mengasah potensi dan memberikan yang terbaik serta dinaungi dalam membantu dan berjuang karena Allah.

Dalam arahan Mas Wahidin selaku kepala kantorpun sangat memberikan arti yang mendalam bagi para amil lainnya, yakni Lazismu tidak akan memberikan dampak benefit secara materi yang banyak ataupun sedikit, karena di Muhammadiyah di minta untuk semua yang berjuang di sana ikhlas, namun lebih dari itu benefit yang di raih di Lazismu ialah melalui Skill , Ilmu dan juga kepekaan kepada sesama. Skill di sini di artikan semuanya akan di asah potensinya seperti pelatihan penggalangan dana dan pelayanan donator yang baik, juga bagaimana membuat program yang berdampat bagi penerima manfaat. Amil juga akan mendapatkan ilmu fikih ziswaf, juga sejarah filantropi di Indonesia.
Semoga tulisan di awal pergerakan ini menjadi saksi sejarah yang di lakukan oleh amil-amil lazismu sudan yang tadi berkumpul di Shobirin. Total 13 amil satunya masih berhalangan hadir karena sedang di tanah suci. Bismillah Tahun ini memberikan dampat terbaik dan juga hasil yang terbaik
Selama Perjalanan nanti aka nada badai yang harus di terjang dan juga dinamika yang harus di nikmato namun yakini lah Dimanapun Amil Berada di sanalah Amil Di percaya dan juga Dimanapun Amil Berada Disanalah Amil Berkarya. (*)
