Membangun Kepercayaan Masyarakat Dalam Mengungkapkan dan Memerangi Korupsi di Indonesia
Penulis: Avin Ayu Wulan Rahamawati, mahasiswi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Malang
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Kasus korupsi pada saat ini kerap terjadi di kehidupan bangsa yang ada di Indonesia. Hal tersebut bukan hanya mengacaukan perekonomian negara, tetapi juga mengancam hak asasi manusia, hak kemerdekaan negara, lingkungan hidup masyarakat yang ada di Indonesia saat ini dan yang terparah adalah dapat meningkatkan angka kemiskinan masyarakat yang terjadi di Indonesia.
Korupsi yang terjadi di Indonesia sudah ada sejak lama. Segala macam cara telah dilakukan untuk memberantas kasus kasus korupsi. Namun usaha yang dilakukan tersebut belum menimbulkan hasil yang baik dan memuaskan bagi masyarakat. Saat ini korupsi sudah berkembangan menjadi pemerasan dan perilaku membuat permaian curang.
Korupsi yang terjadi di Indonesia saat ini sudah dalam posisi yang begitu parah dan sangat mengakar dalam setiap kehidupan di sekeliling kita, Kemajuan korupsi dari tahun ke tahun semakin tinggi dan semakin meluas baik dari kuantitas maupun dari kerugian keuangan negara Indonesia maupun dari segi kualitas yang semakin sistemastis, serta lingkupnya sudah meluas di semua aspek kehidupan masyarakat.
Jenderal Hoegeng adalah salah satu tokoh teladan yang di kenal sebagai orang anti korupsi. Beliau adalah tokoh kepolisian, yang telah menjabat sebagi kepolisian negara kesatuan republik Indonesia sejak tahun 1968 sampai dengan 1971. Jendral Hoegeng tidak mempan terhadap suap, baginya hidup melarat dari pada harus menerima suap atau korupsi. Oleh sebab itu untuk mengurangi anti korupsi yang terjadi di wilayah Indonesia, Maka seorang individu harus bisa menerapkan nilai nilai Pancasila pada didiri kita masing masing dengan melakukan sikap jujur, bertangung jawab, selain dengan melakukan sikap jujur kita sebagai masyarakat Indonesia harus melakukan sikap disiplin kebiasaan atau Tindakan seseorang yang konsisten terhadap suatu hal. Berani kita bertanggung jawab dalam melawan ancaman yang kita hadapi. Tanggung jawab perilaku dalam menyelesaikan sebuah tugas dengan bijak. Mandiri bisa menyesuaikan tugas tanpa berpegang kepada orang lain, adil tidak memihak kepada salah satu pihak yang lain. Nilai nilai Pancasila tersebut perlu di terapkan agar bisa mengatasi faktor eksternal supaya korupsi di Indonesia bisa berkurang.
Hal ini kita sebagi warga negara Indonesia yang baik agar tidak melakukan korupsi. Mencerdaskan kehidupan bangsa, hal tersebut harus ditanamkan ke setiap individu. Dengan itu setiap orang bisa memikirkan bahwasanya korupsi harus dijadikan pelajaran untuk generasi bangsa Indonesia, bahwa korupsi adalah perbuatan yang sangat kejam, yang tidak hanya merugikan diri sendiri. Tetapi juga merugikan negara. Namun pemerintah Indonesia belum upaya untuk memberantas kasus kasus korupsi dan bahkan bisa menjadi koruptor. Meskipun para koruptor diberikan hukuman, tetapi kasus tersebut tidak bisa berhenti.
Karena kasus korupsi banyak menimbulkan hal-hal negative di sekitar lingkungan. Contohnya kasus illegal loging. Dampak terhadap lingkungan sosial dan masyarakat, contohnya semakin tinggi angka kemiskinan.
Dampak korupsi terhadap generasi muda. Karena dalam masyarakat, kasus korupsi sudah seringkali terdengar dengan hal itu menyebablan masyarakat semakin beranggapan korupsi sebagai hal yang biasa dan akan dianggap bahwa itu adalah budaya. Sehingga pribadinya akan tumbuh dengan kebiasaan dengan sifat yang tidak bertanggung jawab dan sifat tidak jujur. Jika suatu negara Indonesia akan terjadi korupsi terus menerus maka suatu negara akan menjadi suram. (*)
