Mahasiswa Hubungan Internasional UMM-Warga Kampung Semar Olah Magot Kering, Ubah Limbah Organik Berbasis Komunitas Produktif
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan pendampingan pengolahan magot basah menjadi magot kering di Kampung Semar, Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Hal ini dijelaskan Bilqis Khumairoh salah satu anggota kelompok Prodi Hubungan Internasional UMM (13/6) 2025 kemarin.

Menurut Bilqis pendampingan pengolahan magot basah menjadi magot kering ini merupakan kerja kelompok mahasiswa semester enam dengan anggota atas nama Naia Sybilla Aura, Syella Vanessa Putri, Hana Indah Wahyuni, Devi Nazilatul Fitria, Nur Sakinah Salsabilah, Asfira Chisara Hasan, Ayu Carika Pangest, dan dirinya sendiri (Bilqis Khumairoh). Pendampingan kepada warga Kampung Semar ini sebagai implementasi mata kuliah Politik Lingkungan.
Dijelaskan Bilqis kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai jual magot sekaligus memberdayakan warga setempat dalam pengelolaan sumber daya berkelanjutan. Seperti diketahui magot, sebagai salah satu sumber protein alternatif yang ramah lingkungan, memiliki potensi ekonomi tinggi apabila dapat diolah dengan baik.

Namun, Masyarakat masih belum banyak yang mengetahui proses pengolahan magot secara modern sehingga memiliki nilai jual. Hal ini disebabkan warga masih sederhana dalam mengolah magot dan seringkali menghambat potensi maksimal dari komoditas ini. Nah, tandas Bilqis atas realitas tersebut, mahasiswa Prodi Hubungan Internasional UMM hadir memberikan pelatihan teknis tentang proses pengeringan magot yang efektif, higienis, dan efisien. Bahkan memiliki nilai ekonomi jika dikomersilkan.
Kegiatan ini melibatkan dua kelompok utama, kata Bilqis, yakni warga Kampung Semar sebagai peserta utama, dan mahasiswa sebagai fasilitator. Pendampingan dilaksanakan melalui metode praktik langsung, penyuluhan, serta diskusi interaktif mengenai manfaat ekonomi dari magot kering.

Bilqis mengungkapkan dari pendampingan kepada warga Kampung Semar ini mahasiswa Prodi Hubungan Internasional UMM langsung praktikum mata kuliah Politik Lingkungan. “Kami ingin menggabungkan teori yang kami pelajari di kampus dengan aksi nyata yang bermanfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Bilqis.
Sebagai tambahan, Bilqis menyebutkan warga Kampung Semar sangat antusias atas kegiatan pendampingan dalam mengolah magot basah menjadi magot kering. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat Kampung Semar dapat mandiri secara ekonomi dan menjadi contoh pengelolaan limbah organik berbasis komunitas yang produktif. (hana indah Wahyuni)
