Maharesigana UMM-MDMC Jawa Timur Layanan Psikososial Penyintas Sekoci
TABLOIDMATAHATI.COM, SUMUT-Setelah hari-hari diliputi ketakutan akibat banjir, senyum tawa anak-anak dan penyintas bisa kembali terlihat di Desa Sekoci, Dusun Sukaramai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Pada Jumat, 19 Desember 2025, tim Mahasiswa Relawan Siaga Bencana Universitas Muhammadiyah Malang (Maharesigana UMM) yang dalam Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) hadir memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi anak-anak dan penyintas yang terdampak banjir sebagai upaya memulihkan kondisi psikologis mereka pascabencana. Pendampingan ini menjadi ruang aman bagi anak-anak dan penyintas untuk kembali merasa nyaman, berani, dan percaya diri setelah melewati pengalaman traumatis.

Kegiatan LDP ini berupa distract activity bagi anak-anak serta psikoedukasi untuk orang tua dan penyintas tentang berdamai dengan bencana, serta pemberian teknik relaksasi sederhana untuk membantu menurunkan tingkat kecemasan. Anak-anak diajak bermain, berinteraksi, dan mengekspresikan diri secara positif agar dapat kembali merasa aman, nyaman, dan percaya diri setelah mengalami situasi bencana.
Sebanyak 47 anak-anak mengikuti kegiatan ini, dengan 3 ibu-ibu dan 10 guru yang mendampingi. Kehadiran para pendamping turut membantu menciptakan suasana yang aman dan mendukung selama proses pendampingan berlangsung. Para ibu menyampaikan rasa senang dan apresiasi atas kehadiran tim MDMC Jawa Timur karena kegiatan ini dinilai mampu menghibur anak-anak sekaligus memberikan edukasi yang bermanfaat bagi pemulihan kondisi psikologis mereka.

Salah satu warga, mengungkapkan bahwa sebelum adanya pendampingan, anak-anak masih menunjukkan tanda-tanda trauma akibat banjir. Menurutnya, pengalaman banjir membuat anak-anak merasa takut, cemas, dan mudah gelisah. Namun, kehadiran relawan memberikan semangat baru bagi anak-anak untuk bangkit kembali.
“Anak-anak yang sebelumnya takut kini terlihat lebih ceria dan berani. Kegiatan ini sangat membantu mereka untuk bangkit dan mengurangi rasa cemas. Kami juga mendapatkan edukasi sebagai orang tua dan guru tentang cara mendampingi anak-anak agar lebih tenang dan siap menghadapi situasi pasca bencana,” ungkapnya.

Selain dampak psikologis, para orang tua juga menyampaikan bahwa selama masa banjir anak-anak tidak dapat beraktivitas seperti biasa. Mereka lebih banyak membantu orang tua membersihkan rumah dari lumpur dan sisa material banjir. Aktivitas belajar sempat terhambat karena sebagian buku hanyut, listrik padam, serta jaringan internet yang tidak tersedia.
Melalui kegiatan Layanan Dukungan Psikososial ini, MDMC Jawa Timur berupaya membantu anak-anak memulihkan rasa aman, mengurangi kecemasan, serta memperkuat ketahanan psikologis mereka agar dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang dan percaya diri. Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari proses pemulihan berkelanjutan bagi anak-anak terdampak banjir di Kabupaten Langkat. (andi)
