Kursus Singkat Teknik Koi Perikanan UMM, Tiga Owner Bisnis Koi Sebagai Pemateri
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG –Keberadaan showroom CoE Kelas Profesional Koi Perikanan UMM CoE Kelas Profesional Koi menggelar Short Course Kelas Profesional Koi. Melalui PIC CoE Kelas Profesional Koi, Riza Rahman Hakim, S.Pi, M.Sc, disapa Riza, sekaligus menjadi salah satu pemateri dari tiga topik teknik sukses bisnis Koi. Yakni teknik budidaya ikan Koi mulai dari breeding, pembesaran, karantina, dan strategi bisnis.
Menurut Riza strategi bisnis berdasarkan pengalamannya ketika budidaya ikan Koi di rumahnya. Lahan yang sempit tidak menjadi masalah untuk bisnis Koi. Semua bisa dilakukan asal tahu ilmunya.

Sebagaimana bisnisnya dengan nama OHOP (One House One Pond) atau satu rumah satu kolam, Riza mengajak peserta mulai berani berbisnis Koi di rumah meskipun kecil-kecilan. Mulai dari persiapan lahan dan anggaran modal yang dibutuhkan dijelaskan secara gamblang hingga strategi pemasarannya.
“Potensi bisnis Koi ini sangat besar, harga beragam, penjualan fleksibel bisa per-ekor, partai, atau lelang. Perputaran uangnya juga cepat, bisa di lahan sempit, serta cocok untuk usaha di rumah,” akunya.

Owner Bagong Koi Malang, Deky Arisandi, disapa Deky, yang mengajarkan teknik breeding Koi sudah menggeluti dunia Koi hingga dirinya ditunjuk selaku juri Koi Nasional APKI (Asosiasi Pecinta Koi Indonesia).
Dari pencapaiannya itu, Deky memberikan beberapa tips ketika breeding koi seperti pemilihan indukan dan pejantan, persiapan kolam, ciri-ciri Koi siap dipijah, cara pemijahan (alami, semi buatan, dan buatan) dan perlakuan setelah telur menetas.
Pada penghujung materinya, peserta juga berkesempatan praktik bersama dengan Deky untuk belajar pembiusan dan penyuntikan Koi yang benar dan mengenal jenis-jenis Koi.
Dilanjutkan materi ketiga yang tidak kalah menarik, mengundang owner Astro Koi Blitar, Hendy Fahruroji, disapa Hendy, yang telah menggeluti dunia Koi sejak puluhan tahun sebelum Koi viral. Materi seputar pembesaran mulai dari mengenal jenis kolam (filter dan mud), penyiapan kandungan kolam, water quality, suhu, pakan, obat, ciri-ciri Koi sakit, dan beberapa perlakuan tertentu yang harus dilakukan pada Koi agar tetap sehat dalam masa pertumbuhan.

Hendy mengaku usahanya bisa meraup laba yang fantastis sekiar Rp 50- Rp 80 juta setiap penjualan. Koi bisa dijual dengan harga beragam dan tergantung dari usia, size, dan pola warna unik di tubuhnya.
Selain materi menarik yang diberikan, peserta terkhusus mahasiswa akan diberikan kesempatan praktek kerja profesional ke tempat bisnis Bagong Koi Malang dan Astro Blitar.
Selama sebulan mereka akan diajarkan langsung oleh expertnya mulai dari breeding, pembesaran, dan pemasaran. Setelah mendapat ilmu terapannya, peserta akan kembali dan menjalankan bisnis Koi milenial selama dua bulan di Lab Perikanan UMM.
Kedua tim akan berlomba mendapatkan profit terbanyak dari penjualan yang nantinya akan ada reward khusus bagi tim pemenang. (reporter: hamara/editor: doni osmon)
