Kuliah Prodi Keperawatan UMLA 80 Persen Terserap Kerja
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Program Studi Keperawatan dan Pendidikan Ners Universitas Muhammadiyah Lamongan popular disebut UMLA mempunyai jaminan serapan kerja tinggi di atas 80 persen. Kabar gembira ini dikatakan Ketua Prodi Keperawatan dan Pendidikan Ners UMLA, Suratmi, S. Kep, Ns, M.Kep.
Mneurut Suratmi mahasiswa akan menjajaki proses pembelajaran sarjana keperawatan untuk mendapat gelas S.Kep dan dilanjutkan Program Ners selama satahun berikutnya. Prodi ini sudah terhitung lama sejak 2005 ketika masih Stikes (Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan) sebelum bergaung dengan UMLA.
Perkembangan berkemajuan, kata Suratmi prodi keperawatan-pendidikan ners saat ini berakreditasi B. Jumlah mahasiswa prodi yang dipimpinnya ini tercatat paling banyak diantara prodi lainnya di UMLA. Data kemahasiswan menyebutkan jumlahnya sekitar 900 mahasiswa. Terdiri mahasiswa keperawatan sekitar 700 orang dan pendidikan Ners kurang lebih 170 mahasiswa.

Selain mahasiswa terbanyak, tandas Suratmi prodi keperawatan termasuk mendapat hibah Kemendikbud Ristek sebesar Rp. 446.100.000 untuk menyelenggarakan Kampus Merdeka. Dana hibah ini didapatkan dari Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM).
Program PKKM ini, lanjut Suratmi, beberapa program yang dijalankan berupa pertukaran pelajar (di dalam dan luar negeri), pelatihan K3, serta magang dosen dan mahasiswa. Tidak berhenti disitu, pada tahun 2022 ini juga sedang mengupayakan hal yang sama saat ini proses pengumuman setelah dua kali evaluasi kelayakan dari Dikti.
Serapan kerja? Tandas Suratmi sangat optimis ketika mahasiswa prodi keperawatan lulus Alhamdulillah di atas 80 persen bekerja di bidang keperawatan. Bagi para lulusan seperti yang diterangkan Suratmi, mereka akan menempuh uji kompetensi ketika sudah lulus memiliki STR maka bisa langsung melamar pekerjaan baik di klinik, rumah sakit tipe B, THC, dan bahkan ada juga alumni yang bekerja di RS internasional.

Sukses prodi keperawatn ini, tambah Suratmi tentu didukung dengan fasilitas belajar dan praktik yang mumpuni. Diantaranya laboratorium lengkap dan terbesar dibanding universitas–universitas lain yang ada di sekitar Jawa Timur.
Bahkan Suratmi mengungkapkan porinsip sebelum lulusan dilepas ke masyarakat ada bimbingan– bimbingan yang diberikan kepada mahasiswa agar ketika uji kompetensi persentase kelulusan tinggi. Bimbinganya seperti BTCLS (Basic Trauma Life Support) dan K3 yang sangat berguna ketika memasuki dunia kerja di bidang mereka. Ini sebagai bukti bahwa UMLA adalah kampus hebat, kerja cepat, kuliah hemat. (reporter: hamim maulana/editor: doni osmon)
