ISC Prodi D3 Kebidanan UMLA, Bahas Pelayanan Kesehatan Komunitas
TABLOIDMATAHATI.COM, LAMONGAN – Memasuki tahap ketiga dari program International Summer Course (ISC) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA). Program Studi D3 Kebidanan menjadi penyelenggara terakhir dari rangkaian ISC UMLA 2023. Disampaikan langsung oleh Kaprodi D3 Kebidanan UMLA, Andri Tri K., S.Si.T., M.Kes, program ISC diharapkan berkelanjutan dengan variasi peserta yang lebih banyak di tahun depan.

“Kami bersyukur ada lembaga KUI (Kantor Urusan Internasioanal) UMLA yang bisa memfasilitasi kegiatan ISC, sehingga bisa menambah poin nantinya di akreditasi untuk unggul. Harapannya di tahun depan bisa dilakukan secara kontinyu dan bisa bertamabh lebih banyak partisipasi dari negara lainnya.” Ucap Andri selaku penanggung jawab ISC di Prodi D3 Kebidanan.

ISC Prodi D3 Kebidanan mulai dilaksanakan selama lima hari dimulai sejak Senin hingga Jumat (7-11/8). Andri menyebutkan, ISC di Prodinya diikuti oleh mahasiswa asing sebanayk 32 orang yang berasal dari berbagai negara seperti Palestina, Mesir, dan Malasyia. Ditambah dengan 15 mahasiswa dalam negeri dari beberapa kampus di Indonesia.
Sambung Andri, tema yang diusung adalah “Community Health Care and Practice in Indonesia” atau Pelayanan Kesehatan Komunitas dan Praktik di Indonesia. Tema tersebut rupanya menarik bagi mahasiswa asing, karena bisa mengetahui bagaimana histori perkembangan pelayanan kesehatan berbasis komunitas di Indonesia. Dalam penyampaian materi juga disajikan dalam bentuk yang menarik.
“Disajikan video-video pelayanan kesehatan komunitas yang ada di Indonesia, sehingga insyaAllah sangat menarik untuk mahasiswa asing.” Ujar Andri.

Materi yang diberikan sangat beragam, disebutkan oleh salah satu Koordinator ISC Prodi D3 Kebidanan, Amrina Nur Rohmah S.Tr., M.Keb., peserta mendapatkan materi yaitu mengenal konsep awal pelayanan kesehatan komunitas, program dan strategi, praktik pelayanan, pengembangan layanan oleh pemerintahan, monitoring dan evaluasi, layanan kontrasepsi, neonatal, dan masih banyak lagi.
Ada 13 fasilitator yang memberikan materi yang berasal dari UMLA dan UMS. Juga ada dari kampus luar negeri seperti MAHSA University di Malaysia. Ditambah dari pihak Puskesmas Karanggeneng yang memberikan gambaran secara langsung prosesnya.
Respon yang diberikan peserta ISC Prodi D3 Kebidanan juga positif. Andri menyebutkan bahwa mahasiswa luar negeri juga aktif bertanya dan penasaran dengan beberapa praktik layanan kesehatan komunitas di Indonesia.

“Sangat antusias ditunjukkan hampir di setiap fasilitator yang memberikan materi itu selalu ada pertanyaan. pertanyaan tersebut dijawab secara langsung maupun chat,” ungkap Kaprodi D3 Kebidanan UMLA.
Terakhir, peserta ISC di Prodi D3 Kebidanan juga diberikan middle test untuk evaluasi pertengahan sejauh mana peserta mampu menyerap materi yang sudah diberikan. Selanjutnya, tambah Andri, sebelum penutupan juga akan dilakukan final exam sebagai salah satu tahapan dalam sertifikasi keikutsertaan dalam program ISC UMLA 2023. (rilis: humas umla/editor: hamara)
