Influencer Sherly Annavita Guncang Ribuan Gemma Mastama UMLA
TABLOIDMATAHATI.COM, LAMONGAN–Masukhari kedua Masa Ta’aruf Mahasiswa (Mastama) baru Universitas Muhammadiyah Lamongan populer disebut UMLA menghadirkan influencer millenial Asal Aceh Best Delegate AWMUN, Sherly Annavita. Talkshow ini dihadiri sekitar seribu GEMMA (Generasi Muda Muhammadiyah) yang antusias menyerap ilmu sekaligus motivasi dari Sherly.
Sherly motivator muda yang membius mahasiswa baru UMLA 2022 untuk berkeinginan menjadi orang hebat di masa depan. Dibuka dengan ucapan selamat kepada para peserta yang telah berubah status menjadi mahasiswa. Dengan menyandang status tersebut maka bertambah juga amanah, tanggung jawab, dan proses belajar yang berbeda.

Sherly menyampaikan, anak muda itu harus berkarya, anak muda tidak mampu menawarkan masa lalu dan hanya mampu menawarkan masa depan. Sehingga diharapkan semua peserta yang bakal menjadi orang hebat di masa depan bisa berkarya besar dan tidak terjebak di fase yang fana.
Sementara itu, Sherly mengutip pernyataan Malcom X “The future belongs to those who prepare for it today”. Masa depan hanya diberikan kepada orang yang mampu mempersiapkan lebih awal. Mengutip juga dari filsuf timur juga “Tidak ada perubahan besar bisa terjadi tanpa di belakangnya ada derap langkah anak muda”. Maka bisa dipastikan anak muda harus turut serta. Terbukti tahun 1928, 1945, 1968, 1998, 2008, 2019 dan sampai saat ini. Setiap perubahan ada anak muda karena memilik energi besar, waktu luang, keingintahuan, dan melawan arus.

Sherly juga menjelaskan empat tipe manusia. Pertama, adalah manusia pesimis, ciri-cinya selalu mengecilkan diri sendiri serta mengecilkan potensi yangg diberikan Yang Maha Kuasa. Kedua, adalah manusia realistis, selalu melempar tanggung jawab, hanya menunggu, dan dibentuk lingkungan bukannya membentuk. Ketiga yaitu optimis, bisa menyisakan ruang untuk selalu berpikir positif. Keempat yakni progresif, selalu mencari cara yang solutif dan menjadi pembaharuan.
Sherly mengingatkan, kemenangan pertama anak manusia bukan dilihat dari banyaknya gelar dibelakang namanya, bukan juga previlege (keuntungan) yang menempel sejak lahir, menurut orang bijak adalah dari mindsetnya. Menyebut penelitian Bob Sadino, ada lima hal yang dikhawatirkan oleh anak muda. Pertama anak muda takut gagal sebelum mencoba, takut apa kata orang, takut keluar zona nyaman, takut penerimaan lingkungan, dan anak muda tidak suka dikritik.

Penyebab besar kelimanya adalah karena ego yang besar dari anak muda. Produktif mengarah pada finish yang ditentukan di awal. Sibuk hanya mengikuti tren semata yang bisa bergantiganti.
Menjelang akhir sesi, Sherly meminta dua mahasiswa maju kedepan untuk memberikan jawaban keinginan mereka 10 tahun kedepan. Mahasiswi pertama (Anisa) ingin menjadi motivator sedangkan yang kedua (Zulva) ingin kuliah S2 di Turki. Sherly mengapresiasi mereka dan bersedia menjadi mentor keduanya untuk mencapai harapan tersebut. Masa depan harus dijemput dan dipikirkan matang-matang.
“Kita akan tua setua keputusasaan kita, kita akan muda semuda harapan kita, kita akan tua setua keragu-raguan kita dalam mengambil keputusan, kita akan muda semuda keyakinan kita dalam mengambil tindakan. Selama harapan, keyakinan, dan cita-cita itu masih ada di dalam dada, maka kita semua masih selamanya muda. Jangan mau jadi anak muda pengecut, hidup kita cuma sekali, pastikan kita hidup berarti, pada akhirnya akan ada yang berubah dan akan ada yang bertahan. satu hal pasti ketiganya harus diperjuangkan” pungkas Sherly kepada maba UMLA dengan harapan tinggi menjadi orang sukses kedepannya. (reporter: hamara/editor: doni osmon)
