Ideologi Sebagai Nilai Pegangan Gen-Z
Penulis: Nova Auliah Febriani, mahasiswa farmasi, NIM.202310410311212, FIKES, Universitas Muhammadiyah Malang
PANCASILA berasal dari bahasa Sanskerta, yang terdiri dari kata “panca” yang berarti lima dan “sila” yang berarti prinsip atau dasar. Oleh karena itu, Pancasila mengandung arti “lima dasar” atau “lima prinsip”. Hari lahir pancasila jatuh pada tanggal 1 juni karena pada tanggal 1 juni 1995 Soekarno pertama kalinya menyebut istilah pancasila pada pidatonya dalam sidang BPUPKI pertama. Lahirnya Pancasila memang tidak lepas dari sidang yang dilakukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Karena Pidato tersebut lah yang menjadi dasar dari Pancasila, yaitu ideologi negara Indonesia. Pancasila sebagai ideologi negara adalah landasan yang kuat bagi persatuan dan kemajuan bangsa Indonesia.
Memaknai hari lahir Pancasila memiliki beberapa aspek yang penting. Pancasila sebagai ideologi negara Indonesia adalah landasan bagi pembangunan negara dan masyarakat Indonesia. Prinsip-prinsip dalam Pancasila, seperti keadilan sosial, persatuan, kerakyatan, dan ketuhanan yang maha esa, harus dihayati dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hari itu menjadi bahan evaluasi bagi bangsa Indonesia dalam menjaga dan memperkuat nilai-nilai Pancasila. Hal ini melibatkan penilaian terhadap penerapan Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan, di dalamnya ada nilai-nilai demokrasi, toleransi, keadilan, dan persatuan kepada sesama masyarakat Indonesia. Serta terus mengingat dan menghargai perjuangan para pendiri bangsa Indonesia(pahlawan) dalam merumuskan ideologi yang mempersatukan beragam suku, agama, dan budaya di Indonesia. Penting untuk menghormati dan mengapresiasi peran mereka dalam menciptakan landasan yang kokoh bagi negara Indonesia apalagi pahlawan berjuang penuh untuk melawa negara asing yang menjajah Indonesia. Kita sebagai anak muda apa lagi generasi-z harus memperkuat pemahaman dan kesadaran akan Pancasila di kalangan masyarakat Indonesia. Pendidikan dan sosialisasi nilai-nilai Pancasila menjadi penting untuk membangun karakter bangsa yang berlandaskan pada prinsip-prinsip kebangsaan Indonesia. Sebagai pemuda generasi-Z memaknai hari lahir Pancasila untuk menghargai dan merayakan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta berkomitmen untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun nilai nilai dalam pancasila yaitu;
Ketuhanan yang maha esa: pada sila pertama menekankan bahwa agama dan negara tidak bertentangan, lalu secara horizontal tidak ada satu agama yang lebih baik dari agama yang lainnya. Semua agama sama-sama baik karena semata-mata semua penganutnya sama-sama percaya kepada tuhan.
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab: Pada sila kedua menekankan pentingnya menghormati martabat dan hak asasi setiap individu. Demokrasi Pancasila menjunjung tinggi prinsip keadilan sosial, kesetaraan, dan perlindungan hak asasi manusia.
Persatuan Indonesia: pada sila ketiga menekankan pentingnya membangun persatuan dan kesatuan dalam masyarakat yang beragam. Demokrasi Pancasila menghargai keberagaman sosial, budaya, dan agama serta mengupayakan harmoni dan toleransi antarwarga negara Indonesia.
Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan: Pada sila keempat ini menggaris bawahi pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam proses pengambilan keputusan politik. Pembuatan keputusan politik dilakukan melalui musyawarah masyarakat dan lembaga perwakilan yang mewakili kepentingan rakyat.
Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia: Pada sila ke-lima menekankan perlunya keadilan sosial dan redistribusi yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia. Demokrasi Pancasila bertujuan untuk menciptakan kesempatan dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Generasi Z diharuskan memiliki kesadaran dan menjadikan nilai-nilai luhur pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat agar tidak kehilangan jati diri bangsa Indonesia. Pancasila sebagai ideologi bagi generasi Z memiliki beberapa implikasi penting, diantaranya;
- Pengaruh Globalisasi: Generasi Z, yang lahir antara tahun 1995 hingga sekarang, telah tumbuh dan hidup dalam era kemajuan teknologi digital dan online yang sangat cepat. Namun, mereka juga rentan terhadap pengaruh radikalisme dan intoleransi di era informasi yang tidak terkendali di media sosial dan internet.
- Pendidikan dan Pembelajaran: Pendidikan dan pembelajaran tentang Pancasila harus mampu mengajarkan generasi Z untuk bersikap kritis terhadap ideologi-ideologi radikal dan intoleran. Keluarga, sekolah, dan masyarakat juga berperan penting dalam mendukung pembelajaran nilai-nilai Pancasila bagi generasi Z.
- Implementasi Nilai Pancasila: Nilai-nilai Pancasila harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Generasi Z telah mengalami pudarnya nilai-nilai Pancasila, nasionalisme, dan patriotisme dalam jiwa mereka karena terlalu mengikuti perkembangan IPTEK yang semakin canggih, arus globalisasi, dan pergaulan bebas. Oleh karena itu, perlu mengimplementasikan Pancasila untuk mengubah perilaku tersebut.
- Pentingnya Nilai Pancasila: Pancasila sangat penting bagi masyarakat Indonesia, terutama generasi Z, untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai Pancasila seperti Bhinneka Tunggal Ika dan toleransi harus dijunjung tinggi untuk menjaga keberagaman dan persatuan bangsa Indonesia.
- Karakteristik Generasi Z: Generasi Z memiliki karakteristik yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka sangat menggemari teknologi, fleksibel, lebih cerdas, dan toleran pada perbedaan budaya. Namun, mereka juga rentan terhadap pengaruh radikalisme dan intoleransi.
Dalam sintesis, Pancasila sebagai ideologi bagi generasi Z memiliki implikasi penting dalam menghadapi perkembangan teknologi modern dan era globalisasi. Generasi Z harus mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai Pancasila sebagai panduan dalam menghadapi perkembangan teknologi dan menjaga keberagaman dan persatuan bangsa Indonesia. Zaman sekarang generasi Z mengalami pudarnya nilai-nilai pancasila, nasionalisme dan patriotisme dalam jiwa mereka karena terlalu mengikuti perkembangan zaman (IPTEK) yang semakin canggih arus globalisasi dan pergaulan bebas. Untuk itu perlu mengimplementasikan pancasila untuk mengubah perilaku tersebut. (*)
