High Politics Ala Pemuda Muhammadiyah
Penulis: Zulfikar Arif, Sekretaris Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Tarakan
TABLOIDMATAHATI.COM, TARAKAN– Beberapa hari kedepan kita akan tiba pada suatu momentum yang sangat dinantikan oleh para politisi dan secara keseluruhan masyarakat Indonesia, yaitu pesta demokrasi atau Pemilihan Umum yang meliputi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Bagaimana tidak, karena pesta ini hanya dilakukan dalam satu kali selama lima tahun. KPU selaku lembaga yang menyelenggarakan pemilu tersebut telah menetapkan tanggal pelaksanannya, yaitu 14 Februari 2024.
Pemilu tersebut tentu menjadi isu yang popular diberbincangkan dikalangan masyarakat dan tidak luput pula dikalangan Angkatan Muda Muhammadiyah Kota Tarakan. Apalagi di Pemilu Tahun ini merujuk pada data-data yang ada, bahwa pemuda, atau dari kelompok Gen Z dan Gen Milenial menjadi pemilih dominan pada pemilu yang akan datang.
KPU telah menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) untuk pemilu kali ini jumlahnya mencapai 204.807.222 pemilih. Pemilih dari genreasi Milenial sejumlah 66.822.389 atau 33,60% dan pemilih dari generasi Z berjumlah 46.800.161 pemilih atau sebanyak 22,85%. Dimana jika di akumulasikan dari pemilih generasi Milenial dan generasi Z berjumlah 113 Juta Pemilih atau 56,45%.
Melihat data-data tersebut dimana Pemuda adalah pemilik investasi terbanyak pada pemilu yang akan datang, maka Pemuda Muhammadiyah mengajak kepada seluruh pemuda yang ada di kota tarakan untuk mengambil peran agar tidak menjadi objek politik melainkan sebagai subjek. Karena sesungguhnya Sejarah dunia adalah Sejarah anak muda, apabila pemudanya mati rasa, maka matilah Sejarah sebuah bangsa.
Pemuda muhammadiyah sebagai anak kandung dari organisasi besar muhammdaiyah memiliki peran merawat dan memperkuat Demokrasi dalam rangka Kemajuan Bangsa ini. Jangan sampai apatis dalam politik, karena sesungghnya buta terburuk adalah buta politik.
Menjelang Pemilu tersebut dilaksanakan, berbagai dinamika politikpun terjadi. Mulai dari gimmick politik, hingga saling serang antara pendukung, bahkan sesama pasangan calon. Peristiwa saat ini diwarnai krisis etika dan moral, disertai berbagai paradoks dan pengingkaran atas nillai –nilai keutamaan yang selama ini dianggap sebagai nilai-nilai luhur budaya bangsa ini.
Dalam konteks seperti inilah Pemuda Muhammadiyah harus menjadi pelopor serta Nahkoda politik nilai yang harus memberi contoh dalam berpolitik. Politik amar ma’ruf dan nahi munkar benar-benar dilaksanakan dalam gerakan dakwah yang mencerahkan sekalugus berkemajuan, dan tidak boleh terseret arus ke kanan maupun ke kiri dalam pusaran politik yang keras dan penuh pertaruhan.
Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Tarakan dalam berbagai rapat dan diskusinya yang melibatkan seluruh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Se-kota Tarakan telah bersepakat untuk melakukan diaspora kader. Dimana kader-kader yang memiliki potensi di bidangnya masing-masing, dibina dan di fasilitasi untuk terjun langsung dalam menekuni potensinya tersebut. Salahsatunya adalah mendorong kader terbaiknya untuk terlibat langsung dalam kontestasi dalam Pemilu serantak di tahun 2024.
Pemuda Muhammadiyah telah membekali kadernya dalam berpolitik. Dimana setiap kader telah terbingkai oleh politik nilai, atau high politics. Esensi dari politik nilai tersebut adalah politik yang meletakkan segala kepentingan Masyarakat adalah yang utama dan menjungjung nilai-nilai seperti Amanah,tanggung jawab dan berkeadilan demi terwujudnya kebahagian autentik bagi Masyarakat.
High Politics ala pemuda Muhammadiyah juga merupakan sebagai wujud ibadah kepada allah SWT. serta semata-mata hanya dalam rangka Berfastabiqul Khairat. Kader pemuda Muhammadiyah yang memilih terjun kedalam politik praktis harus mampu memainkan peran politiknya sebagai wujud Gerakan amar ma’aruf dan anhi munkar, dengan cara menciptakan produk-produk hukum atau kebijakan yang selaras dan sejalan dengan konstitusi dan cita-cita luhur bangs ini yang telah di perjuangkan dengan darah dan keringat oleh para pendiri bangsa ini.
Oleh karena itu, melalui momentum pesta demokrasi ini pemuda Muhammadiyah berkomitmen untuk menciptakan harmonisasi dalam berpolitik dan politik berkeadaban. Citra buruk terhadap politik harus di hilangkan. Karena sejatinya politk harus mendekatkan kita kepada kebaikan dan menjauhkan kita kepada segala keburukan. (*)
