Hibah RisetMu Dosen UMLA, Cegah Stunting Sejak Remaja
TABLOIDMATAHATI.COM, LAMONGAN-Tim dosen Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) lolos hibah RisetMu batch VI skema penelitian dasar. Hal ini disampaikan Ketua Tim RisetMu UMLA, Lilin Turlina, S.SiT, M.Kes, dibantu seorang anggota Amrina Nur Rohmah, S.Tr.Keb, M.Keb. Keduanya dibantu mahasiswa atas nama Hadaina Silmi Kaaffatun Nisa, Intan Delta Mega Sagita, dan Vina Rachmawati Agustin.
Menurut Lilin tim RisetMu ini atas dasar keprihatinan kondisi meningkatnya angka kejadian stunting di Indonesia. Itu sebabnya menjadi focus berbagai stakeholder untuk memperbaiki kondisi gizi di masyarakat.

Stunting sendiri merupakan masalah kesehatan karena stunting bukan hanya berarti anak lebih pendek daripada anak seusianya, tetapi anak yang stunting mengalami perkembangan otak yang juga terhambat.
Pada akhirnya, lanjut Lilin, mereka cenderung tidak dapat mengejar pelajaran sekolahnya, yang berdampak pada masa depan dan generasi berikutnya.
Menurut Lilin Turlina, remaja sebagai calon orang tua dan agent of change (agen perubahan) memiliki peran yang krusial dalam pencegahan stunting. Sehingga dirancanglah penelitian dengan tema Intervensi Union Pro (Youth Companion Program)Terhadap Peningkatan Status Gizi Pada Remaja Putri Sebagai Upaya Reventif Stunting di SMK Muhammadiyah 1 Lamongan.

Dijelaskan Lilin, Youth Companion Programatau program pendampingan remaja memiliki berbagai bentuk kegiatan diantaranya pertama edukasi tentang Kesehatan reproduksi remaja. Kedua edukasi tentang kebutuhan gizi pada remaja. Serta ketiga melakukan aktivitas fisik/olahraga secara berkala.
Berikutnya poin empat mengkonsumsi tablet Fe 1 minggu 1 x selama 3 bulan. Ke lima memberikan makanan tambahan kepada remaja secara berkala. “Kegiatan kami dalam riset ini memiliki tujuan mencegah remaja dari kehamilan remaja yang mana menjadi salah satu factor resiko kejadian stunting,” ujar Lilin.
Selain itu, lanjut Lilin, melaksanakan salah satu program pemerintah untuk memperbaiki kadar Hb remaja dengan rutin mengkonsumsi Fe secara berkala.

Sementara itu, Amrina Nur Rohmah, S.Tr.Keb, M.Keb, mengungkapkan dengan diadakannya pendampingan pada remaja ini diharapkan remaja memiliki wawasan tentang bagaimana mereka bersikap terkait perilaku seksual sehingga remaja dapat terhindar dari kehamilan yang tidak di inginkan dan kejadian infeksi menular seksual.
Setelah remaja mendapatkan informasi tentang pemenuhan gizi yang di butuhkan remaja. Harapannya mereka bisa lebih selektif dalam hal memilih makanan yang akan di konsumsi mengingat sudah banyak sekali fast foodataupun junk foodyang beredar saat ini. (rilis: humas umla/editor: doni osmon)
