Gerak Lansia Aktif, Inovasi Mahasiswa RPL Fisioterapi UMM Jaga Kemandirian di Usia Senja
TABLOIDMATAHATI.COM, BANJARBARU – Mahasiswa RPL Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang pengabdian masyarakat di Puskesmas Banjarbaru Selatan, Kalimantan Selatan, 15 Juni 2026. Kegiatan tersebut dijelaskan PIC Humas Program Studi (Prodi) Fisioterapi UMM, Bayu Prastowo, bahwa kegiatan tersebut bagian dari PMM tematik melalui program Gerak Lansia Aktif di Puskesmas Banjarbaru Selatan, Kalsel, Peran Fisioterapi dalam Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Hidup Masyarakat Kalimantan.
Bayu Prastowo mengatakan pengabdian masyarakat ini sebagai upaya promotif dan preventif bagi masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia.

Program menyasar peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang rutin mengikuti pelayanan kesehatan di Puskesmas Banjarbaru Selatan. Melalui pendekatan fisioterapi berbasis komunitas, mahasiswa menghadirkan edukasi kesehatan, skrining kemampuan fisik, hingga latihan berjalan yang dirancang untuk menjaga kemandirian lansia.
Kegiatan meliputi registrasi dan pemeriksaan tekanan darah untuk memastikan kondisi kesehatan peserta sebelum mengikuti seluruh rangkaian aktivitas. Tahapan ini menjadi bagian penting untuk memastikan latihan fisik yang diberikan dapat dilakukan secara aman sesuai kondisi masing-masing peserta.

Selanjutnya, mahasiswa memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan pada usia lanjut melalui aktivitas fisik yang teratur. Materi yang disampaikan meliputi manfaat olahraga bagi lansia, cara mempertahankan kekuatan otot, serta latihan sederhana yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah. Edukasi dilakukan secara komunikatif dan interaktif antara peserta dan mahasiswa.
Usai penyuluhan, tim PMM Prodi Fisioterapi melakukan pemeriksaan keseimbangan menggunakan Fukuda Stepping Test serta pemeriksaan kekuatan otot tungkai melalui Sit to Stand Test. Hasil pemeriksaan menjadi gambaran kondisi fungsional peserta sekaligus dasar dalam memberikan edukasi dan rekomendasi latihan yang sesuai.
Closing kegiatan diisi Interval Walking Training (IWT), yakni metode latihan berjalan yang mengombinasikan jalan cepat dan jalan lambat secara bergantian dalam interval waktu tertentu. Metode ini dikenal mampu membantu meningkatkan kebugaran, daya tahan tubuh, kemampuan berjalan, sekaligus mempertahankan kemandirian lansia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

gerakan otot pada salah satu lansia.
Lansia aktif antusias mengikuti sesi edukasi, berdiskusi dalam tanya jawab, serta semangat latihan fisik dan pemeriksaan yang disiapkan mahasiswa. Bahkan peserta konsultasi tentang hasil pemeriksaan beserta saran latihan yang disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing.
Di tempat berbeda Kepala Program Studi S1 Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang, Dimas Sondang Irawan, SST.Ft., M.Fis., Ph.D., mengatakan kegiatan ini menjadi implementasi nyata pembelajaran mahasiswa yang berorientasi pada kemampuan klinis, sekaligus penguatan peran fisioterapi di masyarakat.
“Melalui program PMM ini, mahasiswa belajar menerapkan ilmu fisioterapi secara langsung dalam konteks pelayanan berbasis komunitas. Fisioterapi memiliki peran yang sangat penting dalam upaya promotif dan preventif, terutama pada populasi lansia. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya aktivitas fisik yang terukur untuk menjaga kemandirian dan kualitas hidup di usia lanjut,” ujar Dimas.
Keterlibatan mahasiswa dalam program pengabdian masyarakat juga menjadi bagian dari komitmen Program Studi S1 Fisioterapi UMM dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta mampu memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan kesehatan di masyarakat.
“Pengalaman langsung di lapangan akan membentuk mahasiswa menjadi fisioterapis yang adaptif, kolaboratif, dan mampu memberikan pelayanan yang berpusat pada kebutuhan masyarakat. Harapannya dari kolaborasi antara perguruan tinggi, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat seperti ini dapat terus diperluas sehingga manfaat fisioterapi dapat dirasakan oleh lebih banyak kelompok masyarakat,” kata Dimas.

Program Gerak Lansia Aktif, mahasiswa PMM UMM dapat meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya aktivitas fisik sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan di usia lanjut. Serta membantu mempertahankan kemampuan fungsional lansia, meningkatkan kualitas hidup, menekan risiko gangguan kesehatan akibat proses penuaan.
Bahwa fisioterapi memiliki peran yang lebih luas, tidak hanya dalam rehabilitasi pasien, tetapi juga sebagai bagian dari strategi promotif dan preventif di masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun komunitas yang lebih sehat, aktif, dan produktif. (humas prodi fisioterapi)
