Drama Sri Tanjung-Sido Pekso Tampil Pada Ujian Praktik Seni Budaya SMK Muhammadiyah 3 Ngimbang.
TABLOIDMATAHATI.COM, LAMONGAN-Sebagai sekolah kejuruan yang memiliki program keahlian seni SMK Muhammadiyah 3 Ngimbang membuat ujian praktik seni budaya dengan menampilkan pementasan seni yang ditugaskan kepada siswa kelas 12 sebagai salah satu syarat kelulusan.
Dalam ujian praktik seni budaya siswa kelas 12 diminta menampilkan sebuat tampilan seni seperti tari, musik dan drama atau teater yang bernuansa tradisional modern. Pementasan seni yang dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 24 Februari 2024 di gedung sasana budaya SMK Muhammadiyah 3 Ngimbang. Pentas seni akan dihadiri dan disaksikan oleh seluruh keluarga besar perguruan muhamamdiyah ngimbang dari SD Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah hingga siswa SMK Muhammadiyah 3 Ngimbang.
Penampilan seni yang menjadi sorotan penonton adalah tampilan seni drama yang berjudul Sri Tanjung-Sido Pekso. Pemeran drama tersebut antara lain Amalia Kusuma citra dari kelas 12 akuntansi berperan sebagai Sri Tanjung, Deni Iqbal dari kelas 11 seni berperan sebagai patih sido pekso, Ali Rifqi dari kelas 12 multimedia sebagai paduka raja, Daffa Dwi Firmansyah dan M. Farid dari kelas 12 multimedia sebagai pengawal paduka raja, dan Ardi Baraka dari kelas 12 multimedia sebagai prajurit.
“Drama Sri Tanjung-Sido Pekso adalah cerita asal muasal Banyuwangi”. Ungkap Pak Bagas selaku pembina seni SMK Muhammadiyah 3 Ngimbang.
Beliau menjelaskan, dikisahkan ada sebuah kerajaan yang memiliki raja yang sangat memkamurkan masyarakatnya dan ada seorang patih yang sangat kuat bernama Patih Sido Pekso. Patih Sido pekso memiliki istri cantik yang bermana Sri Tanjung. Suatu ketika Patih Sido Pekso di tugaskan Raja untuk berperang dalam waktu yang lama sehingga menugaskan Patih untuk memipin pasukan untuk berperang. Karena raja yang menugaskan patih sido pekso untuk berperang bergegas patih berpamitan kepada sang istri Sri Tanjung. Alih-alih menugaskan patih sido pekso sang raja malah meminta sri tanjung untuk menjadi istri raja karena raja menyampaikan bahwa patih sido pekso gugur dalam perang.Setelah raja memberikan pernyatan kepada sri tanjung dan meminta sri tanjung untuk menikah dengan raja, sri tanjung menolak tawaran tersebut sehingga membuat raja marah dan membuat sebuah isu bahwa sri tanjung telah selingkuh dengan raja. Berita tersebut terdengar sampai keteling Patih sedo pekso saat pulang usai perang sido pekso dengan marah menemui sri tanjung meski sri tanjung sudah menjelaskan namun patih sido pekso tidak percaya sehingga sri tanjung bersumpah dengan menenggelamkan diri ke laut dan berkata jika laut ini keruh dan bau berarti sri tanjung berbohong dan jika laut ini jernih dan berbau wangi maka sri tanjung tidak berbohong.
Pak Bagas Puji selaku Pembina Seni SMK Muhammadiyah 3 Ngimbang menambahkan, Singkat cerita sri tanjung menenggelamkan diri kelaut yang membuat laut itu jernih dan berbau wangi maka disiti patih sido pekso menyesal karena tidak percaya kepada sang istri sri tanjung hingga muncul cerita Banyuwangi.
Penampilan drama sri tanjung-sido pekso ini mengundang banyak sorakan dan tepuk tangan karena didalam drama yang ditampilan ada unsur komedi dan mederen sehingga membuat penonton tidak bosan menyaksikan drama tersebut.
“Tampilan drama yang sanga spektakuler dan ada unsur komedi yang di tampilkan oleh siswa kelas 12 membuat penonton tertawa dan senang menyaksikannya”, ungkap Bu Priharisih, M.Pd selaku wakil kepala sekolah bidang kurikulum SMK Muhammadiyah 3 Ngimbang.
Beliau menambahkan, dengan percaya diri siswa yang tempil dalam drama sangat menjiwai peranya sehingga membuat penoton sangat terpukau dengan penampilan drama Sri Tanjung-Sido Pekso.
“Semoga dengan adanya pementasan seni ini dapat membuat generasi muda untuk cinta kepada seni budaya dan ikut dalam melestarikan seni budaya asli indonesia”, Harapan Bu Priharsih,M.Pd selaku wakil kepala sekolah bidang kurikulum SMK Muhammadiyah 3 Ngimbang. (rossy)
