Dosen UMLA-UMG PKM Inovasi Mesin Irigasi Tenaga Surya Lahan Cabai Petani Klitih
TABLOIDMATAHATI.COM, LAMONGAN-Salah satu dosen Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) penerima dana pengabdian kepada masyarakat tahun 2022 dari Kemendikbudristek adalah Heri Ardiansyah, ST, MT dari prodi Teknik Komputer Fakultas Teknik Sains dan Pendidikan. Melalui program PKM tersebut Heri bersama Rohmatin Agustina, SP, MP, dari Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik bakal membantu petani cabe Dusun Klitih, Desa Wajik, Lamongan, untuk lebih produktif menggarap lahan tadah hujan.
Dijelaskan Heri program pengabdian yang dilakukannya ini terkait penggunaan teknologi tepat guna bertenaga surya untuk mengairi lahan tadah hujan petani setempat sehingga dapat produktif ditanami cabe pada musim kemarau ke dua. Sebab pada musim kemarau pertama petani masih menanam jagung sebagai komoditasnya.

“Selama ini jika musim kemarau atau tiak ada hujan, lahan tersebut dibiarkan kosong tidak ditanami karena sulit air. Melalaui teknologi tepat guna ini, petani dapat memanfaatkan lahan tadah hujan tersebut untuk komoditas cabe,” ujar dosen Teknik Komputer tersebut.
Lahan percontohan ini, kata Heri akan dipasang alat tenaga surya yang sedemikian rupa dimana ada tandon air yang nanti dapat mengairi tanaman cabe milik petani setempat. Aliran air tersebut disesuaikan dengan waktu (timer) sesuai kebutuhan petani cabe. Biasanya waktu pagi dan sore hari.

Secara teknik alat tepat guna tersebut terdiri dari tiga hal pokok terdiri panel surya, baterai/aki, dan control otomatis. Alat ini diberi nama Irigasi Otomotis Tenaga Surya. Penggarapan PKM ini akan dilaksanakan bulan depan (Juni) dengan mengukur kebutuhan pipanisasi atau pemasangan selang di sejulah titik lahan.
Dikatakan Heri pemasangan alat irigasi otomotis tenaga surya tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Bahkan tim PKM UMLA nanti akan mendampingi petani hingga panen cabe. Selama pendampingan tersebut digunakan untuk pelatihan kepada petani cara merawat dan menggunakan irigasi otomatis tenaga surya ini.
“Kami berharap melalui alat irigasi otomatis tenaga surya ini petani cabe di wilayah dusun Kliti bisa maksimal memanfaatkan lahan tadah hujan miliknya. Karena saat kemarau lahan petani dibiarkan kering tidak ditanami disebabkan sulitnya air,” ujar Heri. (doni osmon)
