Dosen UMLA Beri Tausiah Mahasiswa Indonesia di Perancis
TABLOIDMATAHATI.COM, PARIS– Komunitas Mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Kajian Milenial Paris (KMP) menggelar acara pengajian perdana bersama Dosen Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA), ustadz Fakhruddin Arrozi, dengan mengusung tema Allah Tidak Akan Menyia-nyiakan Agama-Nya.
Pengajian yang dihadiri belasan mahasiswa Indonesia yang sedang menuntut ilmu di Perancis ini digelar di kawasan Rosny-sous-Bois, Senin sore (25/12).

Dalam pengajian tersebut, Ustadz Fakhruddin mengatakan bahwa apabila agama Islam tidak kita urus, maka Allah-lah yang akan menjaga agama Islam, sebagaimana Allah menjamin otentisitas Al-Qur’an.
“Umar bin Khattab ra. Pernah berkata, “Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan agama-Nya dan tidak pula khilafah-Nya.”
Seandainya agama ini tidak kita urus, maka Allah-lah yang akan mengurus dan menjaganya seperti Allah menjaga keaslian Al-Qur’an. Sebagaimana firman Allah swt. dalam Surat Al-Hijr ayat 9: “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” kata Ustadz Fakhruddin.
Lebih lanjut ia menyatakan bahwa cara Allah dalam menjaga eksistensi agama ini dengan berbagai macam cara. Ia mencontohkan bagaimana penyebaran agama Islam di Perancis justru bukan dipelopori oleh para pendakwah yang berilmu tinggi, namun dipelopori oleh para buruh imigran dari Afrika Utara.
“Cara Allah, menjaga eksistensi Islam bermacam-macam caranya. Baik melalui orang tinggi ilmu agamanya maupun melalui orang yang ilmu agamanya biasa saja. Kita ambil contoh penyebaran Islam di Perancis justru bukan dipelopori oleh pendakwah tapi dipelopori oleh buruh imigran dari Afrika Utara,” terangnya.
Kemudian ustadz Fakhrudin menjelaskan bahwa andai semua manusia taat ataupun berbuat maksiat, maka hal tersebut tidak akan menambah atau mengurangi kekuasaan dan superioritas Allah. Dia tidak butuh ibadah manusia, tapi manusia-lah yang butuh kepada-Nya.

“Allah Subhanahu wa ta’ala. tidak butuh ibadah kita, tapi kita lah yang butuh Allah. Andai semua manusia taat ataupun kafir, maka hal tersebut tidak akan menambah atau mengurangi kekuasaan dan superioritas Allah Subhanahu wa ta’ala.
Sebagaimana Sabda Rasulullah Shallallhu Alaihi Wassallam. dalam hadis qudsi “Wahai hamba-hamba-Ku, kalau seandainya orang-orang pertama di antara kalian dan orang-orang terakhir (belakangan) baik manusia atau jin semua berada pada satu hati yang paling bertakwa diantara kalian, tidaklah hal itu menambah atas kerajaan (kekuasaan)-Ku sedikitpun. Wahai hamba-hamba-Ku, jika orang-orang yang pertama dan terakhir dari kalian semua berada pada satu hati yang paling durhaka diantara kalian, tidaklah hal itu akan mengurangi kerajaan (kekuasaan)-Ku sedikitpun,” pungkasnya.
Acara yang berlangsung hikmat ini diakhiri dengan sesi tanya-jawab dan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin langsung oleh Ustadz Fakhruddin. (rilis: fakhruddin/editor: doni osmon)
