Dosen Ekonomi Pembangunan UMM Menilai Redenominasi Langkah Modernisasi Ekonomi, Diimbangi Penguatan Ekonomi Domestik
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Rencana pemerintah menggulirkan redenominasi rupiah, yakni penyederhanaan nilai mata uang tanpa mengubah daya beli maupun nilai tukarnya yang direncanakan bertahap pada periode 2025–2029 mendapat tanggapan dari Pengamat Kebijakan Publik dan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang, Setyo Wahyu Sulistyono, SE, ME.
Menurut Setyo redenominasi adalah kebijakan strategis, namun harus mempertimbangkan kondisi ekonomi saat ini serta arah kebijakan jangka panjang pemerintah.
Redenominasi umumnya dilakukan pada situasi ekonomi yang genting, seperti saat Indonesia pernah mengalami hiperinflasi. Dalam kondisi tersebut, kebijakan ini efektif untuk menstabilkan perekonomian dan memulihkan daya beli masyarakat.
“Redenominasi sangat tepat diterapkan ketika terjadi tekanan inflasi tinggi yang menurunkan daya beli masyarakat. Namun untuk kondisi Indonesia saat ini, dimana ekonomi Indonesia masih stabil, kebijakan ini perlu ada catatan dari segi urgensi dan dampaknya,” ujar Setyo.
Setyo lantas menjelaskan meski pemerintah menerapkan redenominasi untuk memperkuat daya beli masyarakat, perlu dipastikan apakah kebijakan ini bersifat jangka pendek atau jangka panjang. Penentuan arah tersebut akan sangat berpengaruh terhadap efektivitas kebijakan di masa depan.
Setyo menilai dampak redenominasi terhadap stabilitas ekonomi nasional kemungkinan tidak terlalu besar dalam jangka pendek. Namun, langkah ini memiliki nilai positif salah satunya memperbaiki persepsi masyarakat terhadap rupiah dan modernisasi ekonomi sehingga dapat menyederhanakan sistem pencatatan keuangan, dan memudahkan transaksi bisnis.
Setyo menekankan pentingnya menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi agar redenominasi benar-benar berdampak positif. Diantaranya pemerintah perlu memperkuat ekonomi domestik, menjaga neraca perdagangan tetap positif, dan meningkatkan daya saing agar nilai tukar rupiah semakin stabil. (humas ep umm)
