Dampak Polusi di Jabodetabek Terhadap Masyarakat Yang Terkena ISPA
Penulis: Rhavie Khazali,mahasiswaJurusan Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Tujuan penyuluhan meminimalkan pencemaran udara dalam pengabdian kepada masyarakat ini yaitu agar masyarakat sekitar mampu memanfaatkan sumber daya alam tanpa merusak lingkungan, dengan tetap memelihara ekosistem menjadi bersih dan melindungi diri dari penyakit yang disebabkan oleh pencemaran udara. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka materi penyuluhan yaitu pengetahuan kebersihan lingkungan, tentang minimalisasi pencemaran udara melalui penyetelan perangkat pencampur udara dan bahan bakar pada kendaraan bermotor.
Salah satu masalah yang timbul di ibukota DKI Jakarta adalah masalah pencemaran lingkungan, Jakarta sebagai ibukota Negara Republik Indonesia mempunyai jumlah penduduk yang sangat banyak dan selalu meningkat setiap waktunya, Meningkatnya jumlah penduduk ini terjadi selain karna meningkatnya jumlah kelahiran namun terjadi juga karna banyaknya penduduk dari berbagai daerah yang merantau ke DKI Jakarta untuk bersekolah dan bekerja. Dengan meningkatnya jumlah penduduk di DKI Jakarta maka makin banyak juga kendaraan yang melintas di jalanan,yang mengakibatkan meningkatnya polusi udara di Jakarta.
Akhir akhir ini masalah buruknya kualitas udara di Jakarta semakin memprihatinkan. Berdasarkan hasil uji, nilai Suspended Particulated Matter (SPM) di Jakarta menunjukkan masalah yang serius. Sumber-sumber polusi udara baik yang berasal dari kendaraan bermotor, mesin pabrik, pembangkit listrik sampai asap rokok di lingkungan masyarakat. Sejumlah kiat bagi orang tua agar untuk mengurangi risiko anak terpapar polusi udara, diantaranya adalah: tinggal di dalam rumah sejauh mungkin dari wilayah berpolusi udara tinggi, upayakan anak beraktivitas di lingkungan masing-masing, tak perlu jauh-jauh, menggunakan masker di luar, saat polusi udara tinggi, hindari aktivitas fisik berlebihan, makan makanan sehat untuk meningkatkan imunitas, letakan tanaman di dalam rumah untuk pemurnian udara, minum cukup air putih, untuk membilas racun dalam tubuh, gunakan gorden tebal dan hilangkan kebiasaan membakar sampah.
Dan bukan hanya saluran pernapasan saja yang terkena dampak dari pencemaran udara ini namun, sistem peredaran darah juga dapat terganggu karena dampak dari pencemaran udara. Hal ini disebabkan oleh karbon monoksida (CO) yang jumlahnya sangat banyak sehingga membuat jumlah kekentalan darah bertambah. Itulah yang memicu radang pembuluh darah yang bisa mengakibatkan penyakit kardiovaskular. Dampak pencemaran udara dari asap kendaraan, asap pabrik, asap rokok, dan lain-lain bisa memicu terjadinya gangguan pernapasan, seperti asma, ISPA, dan kanker paru-paru. Selain itu, pencemaran udara juga bisa berakhir pada berkurangnya kadar oksigen di dalam tubuh.
Ada banyak sekali penyakit yang dapat ditimbulkan oleh udara yang buruk seperti
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) (ISPA adalah infeksi di saluran pernapasan, yang menimbulkan gejala batuk, pilek, disertai dengan demam. ISPA sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa saja.)
Asma atau Asthmatic Bronchiale (penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Penyempitan saluran ini menghasilkan gejala sesak napas, batuk, dan sesak dada.)
Paru Paru Basah atau Pneumonia (Paru-paru basah atau pneumonia adalah penyakit akibat infeksi pada kantong-kantong udara atau pada alveolus di salah satu bagian paru-paru, atau bahkan keduanya. Paru-paru basah dapat disebabkan oleh serangan (infeksi) virus, jamur, atau bakteri terhadap sistem pernapasan yang biasanya terdapat di udara yang tercemar .)
Serangan Jantung (pengumpulan plak pada pembuluh darah akibat menghirup udara yang mengangdung polusi berbahaya dan berpotensi menyebabkan penyakit jantung koroner, serangan jantung, hingga stroke.)
Beberapa peneliti asal Indonesia juga menunjukkan polusi udara sangat berhubungan dengan masalah kesehatan paru paru seperti penurunan fungsi paru, asma, dan kanker paru paru.
Maka dari itu menurut saya kita harus meningkatkan kualitas udara kita dan mengurangi beban polusi udara sebelum kita, keluarga mengalami penyakit yang tidak diinginkan , yaitu dengan cara.
Mengurangi emisi kendaraan dapat diatasi melalui strategi pengendalian polusi kendaraan yang komprehensif dan sinergis yang menyasar pada perbaikan kualitas bahan bakar, standar pengendalian emisi, pengujian emisi wajib bagi semua kendaraan, teknologi alternatif (misalnya kendaraan hibrida atau listrik), dan pemeliharaan jalan. Selain itu, melanjutkan dan mempercepat perluasan sistem angkutan umum terintegrasi di Jakarta dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan mengurangi emisi kendaraan. Memperbarui persyaratan emisi untuk kendaraan dengan standar terbaru bersamaan dengan mewajibkan penggunaan kendaraan dengan teknologi baru yang telah terbukti efektif di banyak kota.
Perkuat penegakan hukum larangan pembakaran terbuka (Peraturan Daerah No 2/2005). Untuk mencegah pembakaran sampah. Pembakaran terbuka dengan bahan bakar atau bahan lain juga dapat menyebabkan polusi udara sekitar dan harus dilarang dengan tegas.
Mengurangi pembakaran batu bara dengan cara mewajiban untuk memasang sistem pemantauan emisi berkelanjutan untuk semua pembangkit listrik dan industri juga akan memberikan data yang dapat mendukung penegakan hukum dan memungkinkan pembangkit listrik untuk meningkatkan efisiensi dan kepatuhannya. Untuk tindakan jangka panjang, kota harus mempertimbangkan untuk beralih ke bahan bakar yang lebih bersih (misalnya, gas alam), dan memperluas pilihan bahan bakar ke tenaga surya, angin dan ramah lingkungan lainnya yang semakin terjangkau.
Pengendalian debu konstruksi dengan cara meminimalisir penyebaran debu dan partikel tanah oleh angin dengan menggunakan tindakan pengurangan seperti menyiram semua permukaan yang terbuka (misalnya lokasi konstruksi, jalan, dan permukaan tanah) memasang pengikat debu di permukaan tanah untuk menjaga agar permukaan tetap basah menutup muatan pada kendaraan pengangkut tanah/pasir dan menanam tanaman yang sesuai untuk menjaga kelembaban tanah. (*)
