Dampak ISPA dan Polusi Udara
Penulis: Adinda Putri Harianik, mahasiswa Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan, baik saluran atas maupun bawah. Kondisi ini dapat terjadi pada beberapa organ pernapasan seperti sinus, faring, laring hingga hidung.ISPA adalah salah satu penyakit menular dan rentan mengenai anak-anak, di mana imunitas mereka memang masih dalam perkembangan.Selain itu, kondisi ini juga banyak terjadi pada lansia, yang biasanya telah mengalami penurunan kekebalan tubuh.
Penyebab ISPA terdiri dari 300 jenis bakteri, virus dan rakhitis. bakteri agen penyebab infeksi saluran pernapasan akut termasuk streptokokus, stafilokokus, pneumokokus, Haemophilus influenzae, Bordetella dan Corynebacterium. menyebabkan virus ISPA termasuk myxovirus, adenovirus, coronavirus, Picornavirus, Myxoplasma, Herpesvirus dan lain-lain. Perlu Anda ketahui juga bahwa COVID19 termasuk dalam golongan ISPA karena virus yang masuk dalam tubuh langsung menyerang organ pernapasan.
Baru-baru ini,penyakit ISPA Kembali marak di daerah JABODETABEK.Peningkatan itu terjadi karena meningkatnya kadar polusi udara.Berdasarkan data kasus ISPA non-pneumonia (menyerang saluran pernafasan dari tenggorokan hingga ke atas. Misalnya, batuk) tercatat paling banyak terjadi di Jakarta Timur, mencapai 3.115 kasus pada Selasa (5/9/2023), melonjak dibandingkan Rabu (30/8/2023) yakni 2.419 kasus.
Ada beberapa gejala umum yang biasanya dirasakan oleh pengidap ISPA,yaitu Batuk,Demam,Nyeri kepala,Hidung tersumbat,Nyeri tenggorokan atau nyeri telan,Timbul gejala sinusitis (hidung beringus, demam dan wajah terasa nyeri),Kekurangan oksigen sehingga menyebabkan warna kulit menjadi kebiruan,Kesulitan untuk bernapas.
Hingga saat ini, proporsi kasus ISPA secara keseluruhan masih didominasi usia produktif (17-50 tahun), tetapi kalau masalah pneumonia (menyerang saluran pernafasan hingga ke paru-paru, misalnya sesak nafas) itu lebih banyak balita, karena balita kan pendek saluran pernafasannya, jadi dia lebih rentan terkena ISPA pneumonia.
Untuk mengatasi kualitas udara yang memburuk, Kemenkes telah melakukan upaya di sektor kesehatan, meliputi pemantauan kualitas udara dan penurunan risiko serta dampak kesehatan.Sedangkan upaya penurunan risiko dan dampak kesehatan, diantaranya dengan mengedukasi masyarakat, merekomendasikan masker KF94, KN95 dan masker kain dengan filter particulate matter (PM) 2,5, surveilans penyakit, dan kesiapan fasilitas kesehatan.Penularan ISPA sendiri dapat terjadi melalui kontak dengan percikan air liur orang yang terinfeksi, bisa lewat penyebaran udara ataupun sentuhan dengan benda yang terkontaminasi virus atau bakteri penyebab ISPA.
Mengenai polusi udara DKI Jakarta menjadi salah satu kota dengan kualitas udara yang tidak sehat,kualitas udara dapat diketahui melalui pengukuran kualitas udara yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta. Analisis klasifikasi data kualitas udara di DKI Jakarta menggunakan data yang diambil dari website Jakarta Open Data yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta untuk memantau kualitas udara yang ada di DKI Jakarta. Polusi udara sendiri adalah suatu keadaan dimana substansi fisik,biologi atau kimia di lapisan udara bumi yang jumlahnya cukup banyak dapat menyebabkan bahaya bagi Kesehatan tubuh manusia dan makhluk hidup lainnya. Pencemaran udara dapat berakibat secara langsung terhadap kesehatan manusia seperti ISPA yang telah kita bahas sebelumnya.
Pemprov DKI juga meninjau dengan menerapkan pemberlakuan ganjil genap untuk sepeda motor. Pemerintah juga mengujikan Teknik semprot air dari atas gedung buat Atasi polusi. Selain menyerang pernafasan,menurut studi polusi udara bisa mempengaruhi kesehatan mental para remaja. Polusi juga bisa pangkas umur hingga 5,5 tahun. Selain itu Pemprov DKI untuk sementara waktu difokuskan perbaikan pemberian transportasi seperti KRL diperlukan masyarakat karena lalu lintas terlalu padat. Selain KRL,ada juga MRT dan transportasi yang meminimalisir banyaknya kendaraan di jalanan. Padatnya lalu lintas di Jakarta,juga disebabkan karena banyaknya orang-orang yang beraktifitas untuk bekerja ataupun lainnya. Dan kebanyakan, mereka malas mengendarai transportasi kecil seperti motor padahal hanya untuk dirinya sendiri.Pemerintah,juga sudah pernah menentukan peraturan 1 kendaraan untuk kapasitas 2-4 orang. Tetapi,masyarakat masih enggan menerapkan hal itu dan menganggap hal itu tidak menjadi masalah yang berpengaruh besar terhadap lalu lintas dan kebersihan udara.
Selain faktor transportasi,di Jakarta juga terdapat banyak gedung-gedung dan pabrik-pabrik. Juga,minimnya penanaman pohon di sekitar pinggir jalan. Selain itu,masyarakat seharusnya juga ikut andil dalam menumbuhkan kesadaran akan kebersihan udara. Dan masyarakat juga harus diberi edukasi lanjut mengenai polusi udara dan penyakit apa saja yang bisa menyerang mereka secara tidak langsung. Mengingatkan kepada masyarakat juga,jika pemerintah sudah memberikan fasilitas, seperti taman mini atau adanya pohon-pohon di pinggiran jalan,pastilah dijaga dan jangan dirusak fasilitas tersebut. Terkadang masih ada orang-orang yang suka merusak fasilitas tersebut,mereka seharusnya selalu saling mengingatkan satu samalainnya.
Pemerintah mungkin juga sudah melakukan atau memberlakukan perutaran yang baik dan mudah dimengerti oleh masyarakat. Tetapi,selain pemerintah peran masyarakat juga sangatlah penting. Apalagi anak-anak muda zaman sekarang,mereka bisa memanfaatkan media sosial mereka untuk selalu mengingatkan masyarakat Indonesia tentang dampak ISPA dan polusi udara. Mereka sebagai generasi selanjutnya harus lebih sering ambil alih dalam hal ini. Atau anak-anak muda bisa melakukan sosialisasi ke desa-desa yang bertempat tinggal disekitar kota Jakarta,karena tidak semua orang memiliki gadget atau selalu mengikuti berita apa saja yang sekarang terjadi.
Mungkin cara lainnya,dengan memasang poster atau mengadakan acara guna untuk menjaga kebersihan udara. Dengan hal itu,akan banyak masyarakat yang paham dan ikut serta dalam penumbuhan rasa kepedulian terhadap kebersihan udara disekitar mereka. Dan mereka menjadi tahu bahwa udara yang bersih juga baik bagi kesehatan mereka. Penyakit ISPA sangat berbahaya jika masyarakat tidak paham dan hanya menganggapnya penyakit batuk ,pilek,atau sesak sementara saja. Maka dari itu,edukasi mengenai ISPA dan polusi udara sangat diperlukan untuk sekarang. Karena dengan udara bersih,kesehatan pernafasan kita juga akan tetap terjaga dari berbagai penyakit. (*)
