BKKBN Pemprov Jatim Pembekalan Mahasiswa UMLA Materi KKN Tematik
TABLOIDMATAHATI.COM, LAMONGAN-Ada yang menarik dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) sebab langsung bekerja sama dengan BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) Pemprov Jatim untuk pencegahan stunting.
Terkait KKN tematik tersebut Kepala LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) UMLA, Abdul Rokhman, S.Kep, Ns, M.Kep, menjelaskan tadi pagi (4/8) tim dari BKKBN Pemprov Jatim memaparkan program dan teknis KKN tematik yang akan dilaksanakan bersama BKKBN. Paparan tersebut disampaiakn dua nara sumber yakni Kabid Pengendalian Penduduk BKKBN Pemprov Jatim, Uni Hidayati, ST, MM dan staf bidang pengendalian penduduk di BKKBN Pemprov Jatim, Toma Afriandi.

Menurut Rokhman isi sambutan Kabid Pengendalian Penduduk BKKBN Pemprov Jatim, Uni Hidayati, bahwa BKKBN secara nasional ditunjuk Presiden untuk melakukan upaya penurunan stunting di Indonesia. BKKBN melakukan beberapa upaya salah satunya bekerja sama dengan perguruan tinggi melalaui program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka).
Harapannya kerja sama dengan perguruan tinggi ini mahasiswa bisa dilibatkan dengan program KKN tematik. Sebab stunting merupakan masalah yang diakibatkan adanya kekuarang gizi yang sudah kronis. Stunting bukan masalah penyakit namun stunting masalah akibat dari kekurangan gizi.

Kekurangan gizi dimaksud di usia 1.000 HPK (Hari Pasca Kelahiran). Targetnya pasangan calon pengantin, ibu hamil, ibu melahirkan, dan anak-anak balita.
Kata Rokhman dari KKN tematik UMLA-BKKBN Pemrov Jatim ini sasarannya masyarakat resiko stunting. Harapannya anak yang resiko stunting setelah di-intervensi tim KKN tematik UMLA-BKKBN tidak mengalami stunting. Ada sekitar 14 tugas mahasiswa UMLA saat KKN tematik-BKKBN ini.
Diantaranya, melakukan screening terhadap calon pengantin melalui aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah dan Hamil) BKKBN, penyuluhan kesehatan reproduksi kepada remaja, pendampingan gizi pada ibu hamil, pendampingan tata kelola produksi makanan sehat.

Sebab di setiap desa mempunyai dapur sehat anak stunting. Diharapkan mahasiswa UMLA nanti memberikan wawasan tentang apa saja makanan sehat untuk pencegahan stunting. Mahasiswa UMLA juga menjadi penyuluh kesehatan tentang sanitasi atau PHBS (Perilaku Hidup Bersih Sehat).
Sekedar diketahui, tambah Rokhman khusus KKN tematik UMLA-BKKBN Pemprov Jatim Skeman KKN Tematik ini diikuti sekitar 30 mahasiswa di tempatkan di dua desa di Kecamatan Kedungpring Lamongan. Dipilihnya kecamatan tersebut atas dasar sesuai tema untuk mengedukasi masyarakat tentang stunting. (rilis: humas umla/editor: hamara)
