Bantu Kesuburan Tanah, Dosen Biologi UMLA Latih Petani Solokuro Mandiri Organik
TABLOIDMATAHATI.COM, LAMONGAN-Seperti diberitakan sebelumnya sejumlah dosen Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) mendapatkan pendanaan Pengabdian Kepada Masyarakat Kemendikbudristek skema kemitraan dan stimulus. Salah satunya adalah Putri Ayu Ika Setiyowati, dosen prodi S1 Biologi UMLA menjalin kemitraan petani Desa Solokuro, Lamongan.
Dijelaskan Putri, PKM yang dilakukan ini berdasarkan permasalahan petani setempat terkait menurunnya tingkat kesuburan tanah pertanian di Desa Solokuro akibat penggunaan penyubur sintetis atau pupuk kimia. Oleh sebab itu permasalahan tersebut ditindak lanjuti mencari solusi melalui pemberdayaaan petani lewat program PKM berjudul Pemberdayaan Kelompok Tani Deswa Solokuro Dengan Memanfaatkan Limbah Kotoran Ternak Dijadikan Pupuk Alami-Biourine.

Menariknya, Putri mengungkapkan bahwa petani setempat sebenarnya sudah mengetahui jika limbah ternak (sapi-kambing) dapat dijadikan sebagai pupuk organik. Namun keterbatasan pengetahuan maka petani yang tergabung dalam kelompok Tani Maju Satu, Solokuro belum bisa memproduksi pupuk organik.
Berangkat dari keprihatinan ini, Putri bersama dua orang anggota tim dari Prodi S1 Biologi UMLA dan satu dosen dari Unwaha Jombang, menawarkan program pengabdian pembuatan pupuk organik dari limbah hewan ternak petani terhadap lahan seluas 162 hektare. Namun tahap awal sebagai percontohan menggunakan lahan sekitar 48 hektare.

Menurut Putri, tahapan pengabdian ini akan dimulai akhir bulan Mei dengan sosialisasi, pendampingan, pelatihan pembuatan pupuk organik, kemudian aplikasi hasil pupuk organik ke lahan. Bahkan tim PKM Biologi UMLA sekaligus membantu MoU pemasaran produk pupuk organik, serta hasil pertanian kelompok tani Maju Satu dengan pihak lain.
Sekedar diketahui, lanjut Putri pelaksanaan PKM yang dilakukannya ini membutuhkan waktu sekitar delapan bulan terhitung sejak akhir Mei ini. Harapannya setelah PKM selesai petani Solokuro mampu membuat pupuk organik mandiri, bisa mengembalikan kesuburan tanah pertanian, serta meminimalisir ketergantungan petani untuk membeli penyubur kimia yang harganya mahal. (doni osmon)
