Bahaya Mengkonsumsi Air Tanah Yang Terkontaminasi
Penulis: Adelia Fadhil, mahasiswa Farmasi, FIKES, Universitas Muhammadiyah Malang
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Air tanah mepakan bagian dari siklus hidrologi, yaitu air permukaan di sekitar bumi termasuk air laut karena pengaruh panas matahari berubah menjadi uap air, oleh angin sebahagian ditiup ke arah daratan, dan pada tempat tertentu (umumnya berelevasi tinggi) uap tersebut akan mengalami pemampatan setelah titik jenuh terlampaui akan berubah menjadi kumpulan air dan jatuh ke bumi sebagai air hujan. Air tanah terdiri dari dua kategori yaitu air tanah dangkal dan air tanah dalam, air tanah dangkal adalah air tanah berada pada kedalaman maksimal 15 m di bawah permukaan tanah sedangkan air tanah dalam adalah air tanah yang berada minimal 15 meter di bawah permukaan tanah (Saparuddin, 2010). Harus diakui bahwa air tanah merupakan salah satu sumber air bersih yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara gratis. Namun air tanah tidak selalu bersih, terutama air yang berasal dari tanah yang dekat dengan pusat industri atau pabrik atau pusat perkotaan.
Karena kemudahan yang didapatkan sekarang makin banyak orang yang mengambil air secara berlebihan, sehingga mengakibatkan muka tanah semakin menurun dan itu akan mempengaruhi kualitas air tanah. air tanah akan terkontaminasi oleh zat asing, dan bila kita mengkonsumsi air tanah yang sudah terkontaminasi akan berpengaruh kepada kesehatan kita. Air tanah dengan kualitas baik dapat digunakan untuk memasak, minum, dan mencuci pakaian. Sayangnya air tanah mudah terkontaminasi, inilah yang tidak boleh digunakan karena memiliki dampak buruk bagi tubuh. Tidak semua daerah mempunyai kualitas air tanah yang baik, terutama wilayah perkotaan. Air tanah di area perkotaan dan wilayah padat penduduk berpotensi terkontaminasi oleh kegiatan industri, tumpahan minyak ke tanah, atau tercemar dari tempat pembuangan sampah. Kondisi seperti ini dapat memicu bakteri dan senyawa kimia, seperti pestisida, arsenik, nitrat, timah dan merkuri, dapat mencemari air tanah dengan mudah.Memasak air yang terkontaminasi hanya akan menghilangkan bakteri saja, tidak menghilangkan kontaminan lainnya seperti pestisida, nitrat dan timah.
Turunnya kualitas air tanah tersebut disebabkan oleh aktivitas manusia. Berbagai aktivitas manusia sering kali membuat kondisi air tanah mengalami penurunan. Hal ini disebabkan karena manusia selalu mementingkan kepentingan diri sendiri. Aktivitas tersebut contohnya, Pemanfaatan air tanah yang berlangsung terus–menerus tanpa mengindahkan konsep pengawetan dan pelestarian air tanah, pembangunan kawasan pemukiman yang tidak memberikan tempat untuk resapan air, pembuangan limbah industri atau pabrik di permukaan tanah atau di sungai maupun saluran air tanpa melalui pengolahan limbah terlebih dahulu, limbah-limbah domestik, serta penggunaan pupuk atau pestisida yang berlebihan di area pertanian. Aktivitas tersebut menjadi salah satu penyebab terjadinya penurunan kualitas air.
Selain aktivitas manusia, pertumbuhan penduduk juga merupakan salah satu penyebab menurunnya kualitas air.Pertumbuhan penduduk didaerah perkotaan yang semakin tidak terkendali mengakibatkan meningkatnya kebutuhan air, serta menurunkan kualitas air. Peningkatan jumlah penduduk membuat wilayah di daerah perkotaan menjadi semakin padat dan sempit, sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa banyak penduduk yang akhirnya tinggal di daerah bantaran sungai. Pertumbuhan penduduk juga membuat peningkatan limbah-limbah domestik semakin banyak. Pertumbuhan penduduk yang tinggi sering membuat wilayah pembuangan sampah atau limbah menjadi semakin berkurang, sehingga mengakibatkan para penduduk membuang sampah secara sembarangan, baik di sungai ataupun lahan-lahan kosong yang pada dasarnya bukan tempat untuk pembuangan. Pertumbuhan penduduk membuat daerah resapan air tanah semakin kecil. Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali juga membuat tempat tangki septik yang semakin banyak, sehingga menyebabkan air tanah semakin tercemar.
Kualitas air tanah ditentukan oleh berbagai sifat fisik dan sifat kimia yang terkandung. Berdasarkan sifat fisik, kualitas air dapat diketahui mulai dari warna, bau, rasa, kekeruhan, kekentalan dan suhu air. Rasa air tanah juga dipengaruhi oleh unsur-unsur garam yang terlarut atau tersuspensi dalam air. Kekentalan air disebabkan oleh partikel yang terkandung dalam air, dimana semakin banyak kandungan yang ada maka akan semakin kental airnya.. Kekeruhan air ini juga turut dipengaruhi oleh kandungan zat yang tidak larut oleh air. Misalnya saja pada partikel lempung, zat organik dan mikroorganisme. Suhu air juga dipengaruhi oleh suhu lingkungan, seperti kondisi musim ataupun cuaca yang terjadi saat siang dan malam serta lokasi air tanah. Zat kimia yang terdapat dalam air tanah juga berpengaruh terhadap kualitas air, antara lain Kesadahan, Zat Padat Terluar (Total Disolve Solid atau TDS), Daya Hantar Listrik (DHL), Keasaman dan Kandungan Ion.
Apabila air tanah terkontaminasi oleh air laut, kuman, bakteri, kimia berbahaya, parasit, timbal, merkuri ataupu nitrat akan sangat berbahaya dan akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan apabila sampai dikonsumsi oleh tubuh. Berikut adalah beberapa masalah kesehatan yang sangat mungkin terjadi akibat konsumsi air tanah yang terkontaminasi, yang pertama timbal, jika timbal terus menerus dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama akan mengakibatkan masalah masalah mental terutama pada bayi dan anak anak. Timbal juga bisa mengakibatkan berbagai masalah ginjal dan hipertensi. Selanjutnya Cryptosporidium, ini adalah patogen yang sangat berbahaya karena apabila di konsumsi dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan gangguan pencernaan yang sangat mematikan. Nitrat, apabila air tanah yang dikonsumsi oleh tubuh, maka akanterkonversi menjadi zat nitrit yang mengakibatkan saluran oksigen ke seluruh tubuh terganggu. Bakteri, air tanah yang terkontaminasi bakteri akan mengakibatkan banyak masalah baik saat terkena kulit dan saat dikonsumsi.
Untuk mengatasi masalah tersebut ada beberapa upaya yang dapat dilakukan seperti, membat sumurair tanah yang setidaknya 250 meter dari septic tank, sumur air tanah yang harus berada dalam kedalaman tertentu, jika menggunakan tandon air, maka sebaiknya tandon tertutup. Dan upaya pemerintah yang saat ini dilakukan adalah dengan mengeluarkan aturan berupa keputusan Menteri ESDM Nomor 291.K/GL.01/MEM.G/2023 tentang standar penyelenggaraan persetujuan penggunaan air tanah. (Adelia Fadhil, mahasiswa Farmasi, FIKES, Universitas Muhammadiyah Malang, kelas: Farmasi E, Nim:202310410311182)
