PMM 95 UMM Bersama Siswa SDN Nglegok 02 Manfaatkan Limbah Plastik Jadi Karya Kreatif
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– PMM merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang yang melibatkan masyarakat dalam mencapai tujuan. Kegiatan PMM dapat memberikan peran penting dalam meningkatkan informasi tambahan serta edukasi sejak dini pada siswa sekolah dasar dalam hal-hal yang masih dianggap remeh di masyarakat. Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Kelompok PMM 95 Gelombang 4 beranggotakan Tian Marieta, Nabilla Devista, Divana Aulia, Syifa Putri, dan Yanuar Diah dengan dosen pembimbing Ardik Praharjo, S.AB., M.AB terjun ke masyarakat dalam program pemanfaatan limbah anorganik. Kegiatan pemanfaatan limbah anorganik tidak hanya dilakukan oleh masyarakat dewasa melainkan dapat ditanamkan sejak dini. Oleh karena itu, PMM kelompok 95 memfokuskan kegiatan pada lingkup UPT SDN Negeri Nglegok 02. Pemilihan lokasi tersebut dikarenakan siswa SD tertarik dengan hal baru serta dapat meningkatkan pemahaman terkait limbah anorganik.
Limbah anorganik menjadi permasalahan yang tidak pernah ada akhirnya. Beberapa limbah tidak hanya berasal dari perusahaan besar namun dapat berasal dari aktivitas manusia sehari hari. Limbah anorganik memiliki ciri-ciri terurai dalam waktu yang lama sehingga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan seperti pemanasan global. Terdapat beberapa limbah anorganik yang banyak menumpuk disekitar meliputi sampah kresek bekas makanan, botol minum, maupun kaleng bekas.

Oleh karena itu PMM Kelompok 95 memberikan pemahaman terlebih dahulu kepada siswa SDN Nglegok 02 terkait bahaya penumpukan limbah anorganik sehingga diperlukan tindakan bijak dalam menghadapi limbah anorganik yang ada di sekitar. Kegiatan pemanfaatan limbah anorganik melibatkan limbah yang paling banyak ditemui yaitu botol plastik. Botol plastik menjadi limbah yang diremehkan oleh masyrakat dikarenakan bahannya yang ringan sehingga dapat dibuang dimana saja. Namun, kenyataanya botol plastik menjadi limbah yang terurai dalam waktu 405 tahun. Siswa bersama PMM Kelompok 95 memanfaatkan limbah botol plastik tersebut menjadi pot tanaman hias.
Siswa dengan antusias mengumpulkan limbah botol plastik sebelum disulap menjadi pot tanaman hias. Botol plastik dapat disulap menjadi pot tanaman dengan berbagai bentuk sehingga dapat dilakukan pengurangan limbah anorganik. Selain mengolah limbah, siswa juga diajarkan tentang menanam sehingga siswa memiliki pemahaman tentang pentingnya merawat lingkungan dengan melakukan penghijauan. “Sekali Mendayung Dua Tiga Pulau Terlampaui” merupakan istilah yang tepat dalam menggambarkan kegiatan ini. Berbagai tanaman dapat ditanam dalam pot serbaguna ini, seperti bunga mawar, daun lidah mertua, daun seledri bahkan beberapa siswa menanam sayur seperti terong maupun buah seperti strawberry.

Dengan kegiatan ini PMM Kelompok 95 mengharapkan kegiatan tersebut membantu seluruh siswa memahami bahwa pentingnya menjaga lingkungan. Menjaga lingkungan tidak hanya berasal dari tidak membuang sampah sembarangan melainkan juga dapat berasal dari belajar memanfaatkan limbah anorganik menjadi barang yang lebih bermanfaat. (penulis/foto: pmm kel 95 gel 4 umm/editor: hamim)
