Proker Waspada Bullying PMM 15 UMM, Sosialisasi Bahaya Perundungan Pada Siswa SDN Petungsewu 02
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Kelompok 15 Gelombang 4 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bertujuan memberikan manfaat kepada masyarakat untuk mengembangkan program kerja yang lebih baik dan pemberdayaan masyarakat dengan program-program kerja (proker) yang lebih positif.

PMM Kelompok 15 Gelombang 4 ini beranggotakan Lasmi Nuraini, Muhammad Novpri Haidar Alif, Alifa Nur Ramadhani, Miftania Dwi Cahyani, dan Mohammad Abimanyu Maulana Putra. Mereka di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ardik Praharjo, S.AB, M.AB. Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
PMM Kelompok 15 Gelombang 4 telah melaksanakan Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang terletak di SD Negeri Petungsewu 02, Desa Petungsewu dengan menggelar kegiatan sosialisasi dengan tema “Waspada Bullying” pada Hari Senin 29 Juli 2024, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang bahaya bullying.

Kegiatan sosialisasi ini diisi dengan berbagai aktivitas edukatif seperti pemaparan materi tentang definisi bullying, bentuk bullying, dampak bullying, cara mencegah dan mengatasi perilaku bullying di lingkungan sekolah maupun rumah serta contoh berupa video mengenai perundungan kenakalan remaja. Tujuan diadakannya sosialisasi ini, untuk meningkatkan pemahaman siswa, mencegah terjadinya bullying, memberikan edukasi tentang penangan serta membangun lingkungan yang aman.
Diera digital ini, penting memberikan edukasi mengenai bullying. Anak-anak perlu dibekali dengan pemahaman tindakan bullying. Mencegah dan menangani bullying bukanlah tanggungjawab individu saja, tetapi membutuhkan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat. Orang tua dan sekolah memiliki peran kunci dalam mencegah dan menangani bullying. Orang tua perlu memberikan perhatian penuh terhadap perubahan perilaku anak yang mungkin menjadi tanda bahwa mereka mengalami atau melakukan bullying. Sekolah juga harus mengambil langkah untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua siswa.

Bullying adalah tindakan yang dilakukan secara sengaja oleh seseorang atau sekelompok orang untuk menyakiti, mengintimidasi, atu merendahkan orang lain yag dianggap lebih lemah. Bullying dapat tejadi di berbagai lingkungan seperti sekolah, rumah dan media sosial. Bullying tidak hanya berdampak pada kesehatan mental dan emosional anak, tetapi juga dapat mempengaruhi prestasi akademik dan kehidupan sosial mereka.
Dalam sosialisasi ini, para siswa menunjukkan antusiasme yang luar biasa, terlibat aktif dalam setiap sesi kegiatan seperti dikusi dan tanya jawab. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan warga sekolah dapat lebih peka dan berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari perundungan serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bullying kepada siswa. Sekolah harus memiliki kebijakan yang jelas dan tegas terhadap pelaku bullying serta memberikan dukungan penuh terhadap korban. Dengan demikian sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman serta meningkatkan kesadaran akan bahaya bullying pada anak usia dini. (penulis/foto: pmm kelompok 15 gelombang 4 umm/editor: hamim)
