Magang MBKM, Prodi EP UMM Gandeng Kemendes PDTT, Pemkot-BPS Batu dan OJK
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Meningkatkan kurikulum menjadi salah satu jalur yang ditempuh Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (EP UMM) dalam meningkatkan kualitas lulusannya. Dikabarkan oleh Sekretaris Prodi EP UMM, Setyo Wahyu Sulistyono, SE., ME., bahwa prodi melakukan kajian, pengembangan, dan restrukturasi dalam kurikulum dengan melibatkan stakeholder dan tenaga ahli (2/3).
“Memberikan ruang kepada mahasiswa untuk belajar di luar program studi merupakan pengembangan kurikulum yang dilakukan oleh prodi Ekonomi Pembangunan untuk dapat mewujudkan pengembangan keahlian dalam mencapai pembelajaran lulusan berdasar semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka.” ujar Sekprodi EP UMM.
Adapun salah satu bentuknya adalah dengan melakukan kegiatan magang. Menurut Setyo mahasiswa akan melakukan magang yang dimana tetap terintegrasi dengan mata kuliah pilihan yang ada di Prodi EP UMM. Dalam magang tersebut terdapat target dan capaian atas visi yang diterapkan di masing-masing mata kuliah.

Setyo menyebutkan beberapa contoh kegiatan magang yang sudah menerapkan sistem tersebut. Pertama adalah dari tim magang EP UMM yang bekerja sama dengan instansi Pemerintahan Kota Batu dan Badan Pusat Statistik (BPS). Mereka (tim magang) akan melakukan serangkaian program kegiatan yang dimana menjadi salah satu visi dari Kota Batu yaitu penyusunan data sektoral untuk mewujudkan Satu Data Kota Batu.
Tentu ada beberapa target capaian yang diwajibkan oleh tim magang. Hal ini berkaitan dengan pencapaian SDGs Desa dengan beberapa poin yang dipilihkan yaitu pendidikan desa berkualitas, pertumbuhan ekonomi desa merata, infrastruktur dan inovasi desa sesuai kebutuhan, dan kemitraan untuk pembangunan desa.
Selain itu, sambung Setyo, ada juga tim magang EP UMM yang bekerja sama dengan Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Mahasiswa melakukan kegiatan terstruktur seperti kajian kelayakan dan membuat sebaran peta potensi dan peluang investasi di desa.

Terakhir, Setyo juga menyebutkan ada juga yang bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam pelaksanaan magangnya, mahasiswa EP UMM membantu stakeholder melakukan dua proses yaitu di tahap pra inkubasi dan inkubasi. Pada pra inkubasi mahasiswa akan menyempurnakan identifikasi dan pemetaan potensi desa. Selanjutnya di tahap berikutnya akan mengadakan pelatihan dan pendampingan berdasarkan temuan data di sebelumnya.
Di tempat sama, Kepala Laboratorum EP UMM, Hendra Kusuma SE, ME, menambahkan, kegiatan ini sebagai bentuk dari program laboratorium EP UMM yang di inisiasi laboratorium Prodi EP UMM sebagai bentuk pengembangan peningkatan kinerja Laboratorium, penjajakan kerja sama terintegrasi, serta penguatan atas capaian pembelajaran mendukung MBKM.
Hendra melakukan gerakan terintegrasi sebagai penguat kurikulum yang ada di prodi, atas kesesuauaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang dimiliki oleh Prodi Ekonomi Pembangunan UMM. (humas ep umm/hamara)
