Bersama Warga RT.05/RW.01 Arjosari, PMM 27 UMM Cegah Demam Berdarah
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang kelompok 27 gelombang 6 disebut PMM 27 UMM merupakan program mahasiswa menyalurkan berbagai kegiatan positif bagi masyarakat. Program unggulan PMM kelompok 27 gelombang 6 ini adalah gotong royong untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah yang dilaksanakan pada hari Minggu, 18 Februari 2024 di RT.05/RW.01 Kelurahan Arjosari, Kecamatan Blimbing, Kota. Malang, Jawa Timur.

PMM 27 UMM bersama warga Kelurahan Arjosari kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan serta mendapatkan penyuluhan tentang bahaya jentik-jentik sebagai upaya pencegahan penyakit demam berdarah. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran warga pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan memahami cara mencegah penularan penyakit demam berdarah yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti.
Kegiatan tersebut dimulai pada pukul 08.00 pagi di halaman Ketua RT.05/RW.01 Kelurahan Arjosari dengan sambutan dari kepala RT, Bapak Subakir. Dikatakan Bapak Subakir bahwa Pentingnya gotong royong sebagai wujud kepedulian bersama dalam menjaga lingkungan agar terbebas dari penyakit yang disebabkan oleh jentik-jentik.
Warga dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melaksanakan kegiatan gotong-royong. Ada yang bertugas membersihkan selokan dan saluran air di sepanjang jalan mencegah genangan air yang menjadi tempat berkembangbiaknya jentik-jentik.

Ada pula yang fokus pada membersihkan halaman-halaman rumah warga dari potensi tempat perkembangbiakan nyamuk, seperti pot-pot bunga yang mengandung air dan ada juga yang bertugas membersihkan lingkungan sekitar sekolah dan tempat ibadah.
Sebelum kegiatan gotong royong berlangsung, anggota PMM kelompok 27 Gelombang 6 dari Universitas Muhammadiyah Malang memberikan penyuluhan tentang bahaya jentik-jentik dan cara pencegahannya. Tim PMM 27 UMM menjelaskan bahwa nyamuk Aedes aegypti merupakan faktor penyakit demam berdarah dan demam chikungunya, yang dapat menyebabkan penyakit serius jika tidak diatasi dengan baik.
Selain itu, PMM 27 UMM juga memberikan informasi tentang tanda dan gejala penyakit demam berdarah serta langkah-langkah yang perlu diambil jika seseorang diduga terkena penyakit tersebut.

Anggota PMM kelompok 27 gelombang 6 juga melakukan demonstrasi cara penggunaan abate untuk membunuh jentik-jentik yang ada di tempat-tempat penampungan air, seperti bak mandi. Tidak hanya itu, mereka juga membagikan abate secara gratis kepada warga yang membutuhkan.
Kegiatan gotong royong dan penyuluhan jentik-jentik ini berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme dari warga arjosari. Semua bekerja saling membantu dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kesehatan bersama.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah serta harapan agar kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Para warga meninggalkan halaman dengan perasaan bangga dan puas atas kontribusi yang telah mereka berikan untuk kebaikan bersama.
Harapannya dari akhir kegiatan kesadaran pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah penularan penyakit dapat terus ditingkatkan di masyarakat RT.05/RW.01 Kelurahan Arjosari. Gotong royong dan penyuluhan seperti ini menjadi contoh nyata bahwa dengan kerjasama dan kesadaran bersama, dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan lebih aman untuk kita tinggali. (rilis: pmm 27 umm gelombang 6)
