Servant Leader Ala Umar Bin Abdul Aziz
Oleh : H. Puguh Wiji Pamungkas, MM, Presiden Nusantara Gilang Gemilang, Founder RSU Wajak Husada
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– 1.304 an tahun yang lalu pernah ada seorang pemimpin yang lahir dari rahim keturunan Sahabat yang bakal kelahirannya telah di impikan oleh sabahat Nabi Umar Bin Khattab. Dialah Pemimpin Umar Bin Abdul Aziz, seorang yang terlahir dari darah pemimpin yakni Abdul Aziz yang waktu itu menjabat sebagai gubernur Mesir pada masa Bani Umayyah. Umar Bin Abdul Aziz ini adalah cicit Sabahat Nabi Umar Bin Khattab, kecerdasannya sejak kecil telah terlihat bahkan para ulama dan gurunya telah mengakuinya, kelak suatu hari dia akan menjadi pemimpin yang ahli ilmu.
Tepatnya tahun 717, setelah terjadi gejolak di Madinah dan Makkah tentang gejolak tampuk kepemimpinan, Umar Bin Abdul Aziz di angkat menjadi Khalifah (pemimpin). Yang menarik adalah, penunjukan ia menjadi pemimpin ini disaat usianya 34 tahun. Usia yang sangat muda, dan wajar jika cerita dikemudian hari banyak prestasi gemilang yang mammpu ia torehkan selama masa kepemimpinannya, bahkan banyak ahli sejarah Islam menyebutnya sebagai Khulafaurrasyidin ke lima.
Apa yang dilakukan Umar Bin Abdul Aziz selama kurang lebih 3 tahun dia menjabat, sampai terjadi rekayasa pembuhanan dan berujung dengan wafatnya beliau, ;
1. Umar Bin Abdul Aziz merombak ulang administrasi Provinsi-provinsi di kekhalifahan. Wilayah administrasi di mekarkan, hal ini dilakukan agar lebih efektifnya sistem pemerintahan. Daerah dan masyarakat yang di urus oleh gubernur lebih sedikit, sehingga bisa maksimal.
2. Umar Bin Abdul Aziz mengganti semua Gubernur dengan Gubernur Baru. Tentu ini langkah yang sangat menarik, bahkan sejarawan Wellhausen mencatat bahwa “Umar tidak membiarkan para gubernur mengatur wilayah mereka sendiri hanya karena sudah menyetorkan pendapatan daerah ke pusat, tetapi secara aktif mengawasi administrasi para gubernurnya”, Kalau bahasa ngetrend nya sekarang adalah agile leadership. Sebagaimana risetnya Jim Collins pada 1.435 perusahan yg bertahan 50th dan yg secara berturut-turut mengalami pertimbuhan 3 kali lipat saham selama 5 tahun, bahwa ternyata rahasia perusahaan tersebut karena memiliki kepemimpinan level 5 di perusahaannya. Atau sebagaimana halnya dengan teorinya John C Maxwel tentang kepemimpinan level 5 yang pekerjaannya adalah mengempowering leader dibawahnya dan melahirkan leader-leader baru yang handal.
3. Melarang pejabat negara untuk berbisnis
4. Mendesak semua pejabat untuk mendengarkan keluhan orang-orang dan pada setiap kesempatan, diumumkan bahwa jika ada yang melihat petugas yang memperlakukan masyarakat tidak sebagaimana mestinya, dia harus melaporkannya dan sang pelapor akan diberikan hadiah mulai dari 100 hingga 300 dirham.
5. Dia berhasil mengumpulkan zakat yang masif dan begitu luar biasa, orang kaya dan pejabat wajib menyetorkan zakat dan dikumpulkam di Baitul Mal. Jadi Umar Bin Abdul Aziz ini membuat sebuah tatanan pemerintahan dan negara dengan basic zakat dan harta di Baitul Mal. Dia memerintahkan ke bahahannya untuk memastikan bahwa :
1. semua orang fakir miskin diberikan harta sehingga dia tidak miskin,
2. Semua ulama, guru pendidikan diberikan gaji yang tinggi
3. Memberikan gaji yang berlipat kepada seluruh pasukan militer,
4. Semua orang yang punya hutang di negaranya dibayarkan hutangnya, agar tidak ada seorangpun di negerinya yang punya hutang,
5. Bahkan karena saking banyaknya harta yang terkumpul di Baitul Mal, Umar bin Abdul Aziz memerintahkan bahawanya untuk memberikan bantuan uang untuk orang kafir yang sedang kesusahan.
Begitu mulianya Umar Bin Abdul Aziz, begitu makmurnya negara dan masyarakat yang ada saat itu, begitu bahagia dan damainya kehidupan saat itu. Bahkan menurut catatan sejarah, Raja Sriwijaya di Nusantata saat itu mengirimkan surat permohonan untuk dikirimkan seorang yang mengajarkan tentang Islam disaat masa kekhalifahan Umar Bin Abdul Aziz ini, Subhanallah…..
Kalau kita mau belajar dari sejarah, sebenarnya telah banyak “Model” atau teladan nyata yang bisa dijadikan rujukan untuk mengelola bangsa dan negara baik di skala nasional ataupun daerah.
Hari ini kita di hadapkan pada sebuah kondisi dimana banyak pempimpin baik di level nasioanal ataupun lokal yang jiwa dan raganya tidak 100% “Servant Leader Mindset”. Sebagaimana karakter dan DNA servant leader nya Umar Bin Abdul Aziz.
Seorang yang memiliki DNA “Servant Leader” tentunya akan menjadikan seluruh potensi dan Resources yang dia miliki untuk kemakmuran, kesejahteraan, kebahagiaan masyarakatnya. Dia akan terus mencari cara bagiamana masyarakatnya tidak kelaparan, tidak kesusahan, tidak menderita, kehidupan berjalan dengan baik, ekonomi berputar tanpa ada dominasi oligarki, kesehatan masyarakat terjamin, pendidikan dan guru pengajar berkualitas derajatnya, petani terjamin aktivitas pertaniannya dan infrasutruktur tertata dengan rapi dan berkualitas.
Semoga terlahir para pemimpin baru di masa yang akan datang, yang memiliki DNA Seorang servant Leader, yang fikiriannya, hatinya, jiwa dan raganya adalah untuk kemakmuran, kesejahteraan dan kemajuan Indonesia. Amiin…(*)
