Edukasi Ketepatan Penggunaan dan Jenis Obat di Media Sosial
Penulis: Jasmine Divatika Aulia, Mahasiswa Prodi Farmasi, FIKES, Universitas Muhammadiyah Malang
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Dewasa ini penyebaran informasi sangatlah cepat berkat kemajuan teknologi dan adanya media sosial, berbagai topik dan informasi menarik dapat dibincangkan terlepas dari benar atau tidaknya informasi tersebut yang akhirnya dapat tersebar luas di jejaring media sosial. Informasi yang disebarkan pun tidak terbatas hanya mengenai kehidupan pribadi namun masih banyak lagi, salah satunya adalah mengenai kesehatan. Bidang kesehatan menjadi salah satu topik pembicaraan yang menarik, banyak yang bisa dibahas dalam topik ini seperti gaya hidup sehat, obat-obatan, penyakit, dan lainnya.
Informasi yang disebarkan dalam suatu platform haruslah bersifat kredibel dan benar, untuk beberapa hal memanglah harus dijelaskan oleh ahlinya namun dalam kenyataannya informasi yang disebarkan melalui media sosial seringkali dibuat oleh seseorang yang bukan ahli dibidang tersebut. Dilansir dari salah satu artikel berita milik Kominfo disebutkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia hanyalah 0.001% namun sangat aktif dalam bermedia sosial sehingga tak heran jika banyak masyarakat Indonesia dengan mudah menjadi korban dari informasi palsu.

Penggunaan media sosial sebagai wadah untuk edukasi adalah hal positif yang harus di dukung, namun berbagai hal perlu diperhatikan dalam pemilihan sumber informasi terlebih dalam fokus mengenai kesehatan, edukasi mengenai obat-obatan dapat dinilai sebagai bentuk informasi dari tenaga medis kepada masyarakat umum agar memiliki pengetahuan dasar mengenai obat-obatan yang dikonsumsi, sehingga setidaknya masyarakat dapat mengetahui:
1. Mengetahui efek samping dari obat.
Menyampaikan Efek Samping dan Peringatan merupakan hal yang Perlu Diperhatikan Sebagai bagian dari edukasi penggunaan obat melalui media sosial, dengan memberikan penjelasan mengenai efek samping yang umum terjadi, tanda-tanda overdosis, serta peringatan untuk tidak mengonsumsi obat-obatan dengan alkohol atau obat-obatan lain yang berpotensi memicu reaksi kedalam tubuh. Memberikan informasi mengenai dosis yang wajar, informasi mengenai makanan dan minuman yang dapat dikonsumsi beriringan dengan obat, serta pentingnya mengikuti instruksi dari dokter atau apoteker. Dalam menyampaikan informasi ini dapat menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan menghindari penggunaan istilah medis yang terlalu teknis. Penggunaan contoh kasus nyata atau cerita pendek yang relevan untuk memudahkan pemahaman dan memperkuat pesan yang ingin disampaikan.
2. Ketepatan cara penggunaan
Obat memiliki berbagai kandungan aktif sehingga memungkinkan perlakuan khusus dalam konsumsinya, terdapat beberapa bahan aktif yang tidak dapat digabungkan untuk dikonsumsi dalam waktu yang bersamaan sehingga penting bagi masyarakat untuk mengetahui obat mana yang diperbolehkan untuk dikonsumsi secara bersamaan dan mana obat yang tidak bisa dikonsumsi bersamaan.
3. Mengetahui jenis-jenis obat.
Ada beberapa jenis obat yang umum digunakan dan perlu diketahui oleh masyarakat. Beberapa di antaranya adalah:
A. Obat bebas: Obat bebas dapat dibeli tanpa resep dokter, seperti paracetamol dan antasida. Meskipun tergolong aman, tetapi tetap perlu diperhatikan aturan pakai dan dosis yang dianjurkan.
B. Obat resep: Obat resep hanya dapat diperoleh dengan resep dokter. Jenis obat ini biasanya digunakan untuk pengobatan penyakit yang lebih serius atau membutuhkan pengawasan ketat, seperti antibiotik atau obat-obatan untuk penyakit kronis.
C. Suplemen: Suplemen adalah obat yang berfungsi sebagai tambahan nutrisi. Masyarakat perlu memahami bahwa suplemen bukanlah pengganti makanan sehat dan tidak semua orang membutuhkan suplemen. Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi suplemen.
D. Herbal atau tradisional: Jenis obat ini terbuat dari bahan-bahan alami, seperti tanaman akar-akaran. Walaupun tergolong obat-obat alami, tetapi tetap perlu diperhatikan aturan pakainya dan tidak semua herbal aman digunakan tanpa pengawasan dokter.
E. Obat generik: Obat generik adalah obat yang memiliki kandungan bahan aktif yang sama dengan obat merek, tetapi dengan harga yang lebih terjangkau. Obat generik merupakan alternatif yang baik untuk menghemat biaya pengobatan, namun tetap perhatikan kualitas dan kepatuhan terhadap aturan pakai obat generik ini.
4. Alternatif obat
Seringkali masyarakat kesulitan dalam mencari obat-obatan karena keterbatasan stok maka tentulah informasi mengenai obat alternatif yang memiliki bahan aktif serupa akan sangatlah menolong. Edukasi yang dilakukan di media sosial akan berhasil apabila masyarakat mencerna dengan baik hal-hal meliputi penggunaan obat yang tepat seperti:
1. Konsultasikan dengan dokter: Sebelum mengonsumsi obat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Dokter akan melakukan diagnosis yang tepat dan meresepkan obat yang sesuai dengan penyakit yang diderita. Ikuti petunjuk dokter mengenai dosis, waktu minum obat, serta durasi pengobatan yang dianjurkan.
2. Bacakan dan pahami label obat: Ketika membeli obat di apotek, bacakan dan pahami label obat dengan baik. Pastikan bahwa obat yang dibeli sesuai dengan resep dokter atau indikasi penyakit yang sedang dialami. Perhatikan juga tanggal kadaluwarsa dan simpan obat dengan baik sesuai petunjuk penyimpanan yang tertera pada kemasan.
3. Gunakan alat pengukur yang tepat: Jika obat harus diukur atau ditakar sebelum dikonsumsi, pastikan menggunakan alat pengukur yang tepat. Misalnya, penggunaan takaran sendok kayu biasa dapat kurang akurat dan mengakibatkan dosis obat menjadi tidak tepat. Oleh karena itu, lebih baik menggunakan sendok takar yang sudah disertakan dalam kemasan obat.
4. Tidak membagi obat dengan orang lain: Setiap orang memiliki kondisi kesehatan yang unik dan dosis obat yang diperlukan masing-masing bisa berbeda. Oleh karena itu, tidak dianjurkan untuk membagi obat dengan orang lain. Jika ada anggota keluarga yang membutuhkan obat, sebaiknya mereka berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.Edukasi mengenai penggunaan obat yang tepat merupakan hal yang penting bagi kesehatan kita. Jika masih ada kebingungan mengenai pemilihan atau penggunaan obat, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau apoteker. Selalu perhatikan informasi dan petunjuk yang tertera pada kemasan obat, serta tetap berpegang pada resep dokter. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang jenis obat yang ada, masyarakat dapat mengoptimalkan penggunaan obat sesuai dengan kebutuhan dan meminimalisir risiko efek samping yang tidak diinginkan. (jasmine divatika aulia, NIM:202310410311142, Mahasiswa Prodi Farmasi, FIKES,Universitas Muhammadiyah Malang)
