Siswa Terluka, Guru di Bawah Meja, SMAMSA Malang Diguncang Gempa
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Judul di atas merupakan gambaran fiktif saat simulasi bencana multi hazard di SMA Muhammadiyah 1 Malang populer disebut SMAMSA, pada (31/10) untuk melatih pengetahuan siswa terhadap kesiapsiagaan bencana siswa.

Kondisi panik tersebut dijelaskan staf Humas Smamsa, Muhammad Ivan Adi Winata, S.Pd, disapa Ivan bahwa Smamsa sebagai Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) harus siaga dalam keadaan bencana khususnya bencana gempa.
Ivan mengatakan saat simulasi bencana multi hazard ini berkolaborasi bersama tim Maharesigana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), MDMC (Muhammadiyah Disater Management Center) PP Muhammadiyah, dan SPAB nasional.
Dijelaskan Ivan selama pelatihan ada tiga jenis bencana yang disimulasikan. Alur simulasi yang dimulai dari bencana pertama yaitu gempa yang disusul dengan kebakaran dan kecelakaan lalu lintas dikarenakan kondisi panik.

Pelatihan simulasi bencana multi hazard di-ikuti oleh seluruh siswa Smamsa, guru, dan karyawan. “Para peserta didik beserta guru dan karyawan sangat antusias dalam melaksanakan kegiatan ini, karena dengan adanya kegiatan ini, kami semua dapat belajar bagaimana cara menyelamatkan diri ketika ada bencana dan apa yang harus kita lakukan,” ujar Ivan.
Selama pelatihan juga dilakukan simulasi penyelamatan oleh tim siaga SPAB Smamsa yang terdiri dari tim peringatan dini, tim evakuasi, tim pertolongan pertama gawat darurat (PPGD), tim logistik dan tim psikososial yang berjalan sesuai dengan job desk masing-masing.

Bahkan agar terlihat lebih nyata ada beberapa siswa dan guru yang menjadi sukarelawan untuk dirias menyerupai korban bencana. “Sangat penting untuk diadakan pelatihan dan simulasi seperti hari ini. Alhamdulillah respon siswa positif karena terakhir pelatihan kami berikan di tahun 2021 jadi dua angkatan belum pernah diajarkan sehingga antusias. Beberapa bahkan di make-up menjadi korban agar lebih real,” kata Ivan.

Setelah kegiatan tersebut, ucap Ivan besar harapan Smamsa akan mengadakan pelatihan-pelatihan kesiapsiagaan bencana yang lainnya. Salah satu di antaranya dari hasil evaluasi hari ini adalah pada pertolongan pertama gawat darurat.
“Besar harapannya dengan adanya kegiatan ini di Smamsa, lembaga-lembaga pendidikan yang lain atau masyarakat sekitar secara umum turut peduli terhadap kesiapsiagaan bencana karena memang mau tidak mau atau siap tidak siap harus siap karena tidak ada yang tahu bencana terjadinya kapan jadi kita harus tahu prosedur yang tepat ketika terjadi bencana seperti itu,” pungkas Ivan. (hamara)
