Ikbar Arek EP UMM, Bos Sagah Café, Modal Finansial-Matkul KWU Sukses Bisnis Kuliner
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – Bisnis Coffe Shop atau Kafe sekarang menjamur di mana-mana dengan segala keunikan yang ditawarkan. Tidak terkecuali dengan bisnis yang dimiliki oleh Ikbar Alam Kharazi disapa Ikbar, salah satu mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (EP UMM).

Ikbar mahasiswa semester 7 tersebut sukses menjadi owner Sagah Café dan Resto Genteng, Kabupaten Banyuwangi. Café yang dikelolanya menjadi jujukan pejabat setempat dan kalangan muda pelajar-mahasiswa.
Seperti apa kisah suksesnya? Ikbar menjelaskan sudah lama memiliki keinginan untuk membuka sebuah kedai kopi lesehan di pinggir jalan. Cita-cita tersebut terkabul dengan konsep yang lebih mewah yaitu café dan resto. Pada akhir tahun 2020 mulai dibangun dan berhenti sejenak dikarenakan pandemi.

Hingga pertengah tahun 2021 dilakukan soft opening dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku. Semua perkembangan usahanya saat ini tidak lepas dari bantuan banyak pihak.
Terutama support dari kedua orang tuanya yang mendukung secara penuh dengan harapan anaknya bisa lebih mandiri mencari penghasilan.

Lantas apa yang ditawarkan? Usaha milik Ikbar memberikan kesan yang berbeda dengan kafe-kafé lainnya yang ada di daerahnya. Ikbar membangun dengan gaya vintage (lawas) yang dilengkapi dengan perabotan antik.
Secara menu juga tidak kalah saing, bahkan di kafenya menyajikan masakan khas Banyuwangi. Sehingga segmen pasar yang dibangun oleh Ikbar bisa melebar luas bagi semua kalangan usia.

Semua kalangan usia mampu menjangkau Sagah café ini menjadi poin keuntungan. Bahkan saat ini sudah meraup omzet sekitar Rp. 15 juta per bulan. Pada awal membangun usaha, dirinya membutuhkan modal sekitar Rp. 600 juta.
Modal ini untuk perluasan area dan juga pembangunan. Setelah berkembang hingga sekarang Ikbar sudah memiliki 4 karyawan yang terdiri dari chef, waiters, dan cashier. Meski begitu dirinya tetap inovatif dalam mengembangkan bisnisnya ini.

Hal ini untuk menghadapi persaingan bisnis kuliner dan kafe yang tinggi di Banyuwangi. Bahkan memiliki strategi yang diadaptasi dari mata kuliah di EP UMM. Mata kuliah yang menurutnya sangat membantunya yaitu mata kuliah kewirausahaan (KWU). Matkul tersebut mengajarkan referensi branding, pemasaran, manajemen sumber daya dan service customer.
“Saya sangat senang, sebagai anak ekonomi pembangunan yang pasti mengetahui bagaimana kita nanti dalam menjalani usaha seperti apa maupun cara mengatur keuangan itu seperti apa. Apalagi ada beberapa mata kuliah yang berkaitan dengan usaha membantu mengembangkan usaha saya ini,” ujar Ikbar. (hamara)
