MTs Muhammadiyah 1 Malang-SDN Mojolangu Teken MoA PPDB
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG–MTs Muhammadiyah 1 Malang populer disebut sekolah pesantren Matsamutu, di bawah kepemimpinan seorang Kepsek ustadzah Truli Maulida W, MA, terus mengembangkan jaringan program PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru).
Waka Humas Matsamutu, Waka Humas Matsamutu, Humas Matsamutu, Aziz Nur Arifin, S.Kom, menjelaskan terbaru pada (9/2) ustadzah Truli Maulida W, sebagai kepala MTS Muhammadiyah 1 Malang tanda tangan MoA dengan Kepala SDN Mojolangu 1 Kota Malang, Mafruzah, S.Pd. legal MoA ini sebagai bukti tertulis kerjasama antara MTs Muhammadiyah 1 Malang sebagai pihak satu dan SDN Negeri Mojolangu 1 Kota Malang sebagai pihak kedua.
Dalam MoA ini, lanjut Aziz kedua belah pihak menyepakati beberapa poin diantaranya kerjasama dalam kegiatan outbound kelas VI dan kegiatan parenting yang akan segera dilakukan dalam beberapa minggu akan datang. Melalui MoA ini kedua belah pihak berharap silaturahmi dan kedekatan diantara kedua lembaga ini semakin terjalin baik tentunya yang berimbas naiknya PPDB maksimal untuk MTS Muhammadiyah 1 Malang.
Selain itu, kata Aziz juga kegiatan yang dapat di support MTs Muhammadiyah 1 Malang untuk SDN Mojolangu 1. Bukan hanya itu saja, ada banyak hal sebetulnya yang dibicarakan dalam kegiatan ini diantaranya MTs Muhammadiyah 1 Malang akan memfasilitasi siswa-siswi dari SDN Mojolangu 1 untuk studi literasi dengan menggandeng salah satu produsen media cetak lokal di Kota Malang.
“Kami berharap dengan adanya program tersebut untuk kedepannya dapat memberikan pembelajaran khususnya kepada anak-anak di SDN Mojolangu 1 untuk dapat mengerti dunia jurnalistik yang kami sebut sebagai jurnalis cilik. Sehingga mereka akan tumbuh rasa suka menulis suka menyampaikan berita dan lain hal yang ada hubungannya dengan jurnalis ini penting menurut kami karena literasi memang merupakan salah satu hal yang penting dalam kehidupan ini karena menjadi sebuah gerbang dalam menggapai pengetahuan tanpa melakukan studi literasi atau yang ruang lingkup kecilnya adalah membaca maka akan sangat sulit pengetahuan akan didapatkan oleh karena itu dengan kegiatan ini secara tidak langsung menjadi sebuah pintu gerbang untuk membuka wawasan anak-anak dalam kegiatan berliterasi,” ujar Aziz, mengulang sambutan ustadzah Truli Maulida W. (rilis: humas/editor: doni osmon)
