RSI Aisyiyah Malang Bahas M-JKN Layanan Kesehatan Mudah Digital
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG – RSI Asiyiyah Malang (RSIA) yang menjadi salah satu dari tiga rumah sakit percontohan yang dipilih BPJS Pusat atas implementasi M-JKN. Agar lebih memahami aplikasi tersebut maka NgoPi (Ngobrol Pintar) kali ini membawakan tema seputar M-JKN secara live instagram pada (10/2). Mengundang langsung Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Kesehatan Kota Malang, Gandung Sujatmiko, SE, menyampaikan kepada semua untuk mengakses M-JKN.
Apa itu Mobile JKN (M-JKN)? Gandung menjelaskan M-JKN adalah salah satu bentuk digitalisasi pelayanan yang diterapkan oleh BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan lebih baik kepada masyarakat. M-JKN bisa diunduh melalui gawai masing-masing di Play Store dan App Store secara gratis. Semua proses sudah digital menyesuikan perkembangan zaman.
Sambung Gandung, ada beberapa keuntungan dari penggunaan apps M-JKN. Pertama peserta bisa mengakses beragam informasi tentang layanan BPJS Kesehatan. Dengan Menggunakan M-JKN peserta tidak perlu mengantri lama untuk mendapatkan palayanan rumah sakit.
“Kami buat untuk mempermudah peserta BPJS Kesehatan. Pada awalnya hanya untuk membantu administrasi tetapi sudah dikembangkan dengan fitur-fitur baru yang bermanfaat seperti konsultasi online dan antrian online” ujar Kabid Kepesertaan BPJS Kesehatan Kota Malang.
Salah satu alasan penambahan fitur seperti antrian online adalah untuk menghindari berkumpulnya pasien di satu titik. Pasien mulai sekarang bisa mengantri dari rumah atau kantor dan datang sesuai waktu yang bisa diperkirakan menyesuaikan waktu operasional layanan di rumah sakit dan nomor antrian yang didapatkan. Pasien juga bisa mengantri dalam beberapa hari bahkan mingguan untuk mendapat kuota tanpa harus bolak-balik ke rumah sakit.
Untuk pendaftaran M-JKN membutuhkan NIK, Nomor HP untuk menerima kode OTP, dan pulsa. Kedepannya akan dikembangkan lebih mudah karena mayoritas peserta lebih menggunakan paket data.
“Hadirnya Mobile JKN akan memudahkan pasien dan juga pihak rumah sakit” tambah Gandung.
Beberapa kendala yang seringkali dihadapi sesuai dengan data sampai saat ini adalah peserta kebanyakan usia menengah keatas (>55 tahun) yang masih belum paham secara maksimal penggunaannya. Tetapi hal ini bisa dibantu dengan cara meminta bantuan dari keluarga untuk mengantri. Selain itu RSIA juga gencar mengedukasi pasien mulai dari cara mengunduh hingga menggunakannya. Untuk masalah pulsa juga teratasi dengan pemberian pulsa gratis sebesar 5 ribu untuk pendahtaran oleh RSIA. (reporter: hamara/editor: doni osmon)
