Perpus UMLA Perkuat Potensi Kognitif, Afektif-Psikomorik Mahasiswa
TABLOIDMATAHATI.COM, LAMONGAN–Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) merupakan tempat bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, baik secara kognitif, afektif dan psikomorik. Hal ini disampaikan Kepala Perpustakaan UMLA, Muhammad Ali Basyah, SH, MM disapa Ali Basyah, untuk mengembangkan potensi-potensi tersebut dibutuhkan perencanaan yang matang dalam menyelenggarakan pendidikan dengan baik agar menghasilkan sumber daya insani berkualitas.
Sebagai penunjang keberhasilan mahasiswa di kampus, kata Ali Basyah salah satunya kampus harus menyediakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan seperti perpustakaan.

Sangat penting bagi kampus, karena sarana dan prasarana yang dimiliki perpustakaan itu dapat menunjang keberhasilan dalam proses pembelajaran di kampus. Salah satu komponnen penting dari sarana dan prasarana adalah perpustakaan.
Undang-Undang Nomer 43 Tahun 2007 Tentang Perpustaan pada Bab I pasal 1 menyatakan perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam cara interaksi pengetahuan.
Secara tradisional, ucap Ali Basyah perpustakaan adalah sebuah koleksi, baik berupa buku maupun majalah. Sedangkan perpustakaan modern, koleksi yang dimiliki tidak berupa koleksi tercetak (buku atau majalah) tetapi dapat berupa perpustakaan digital dalam bentuk data yang bisa diakses melalui jaringan komputer.

Jaringan yang dimaksud adalah internet yang merupakan kepanjangan Interconnected Network. Melalui jaringan internet dapat berbagi informasi dan berkomunikasi dari mana saja berada. Perpustakaan yang menggunakan jaringan internet ini disebut perpustakaan digital baik yang memiliki gedung perpustakaan atau tidak.
Menurut Ali Basyah perpustakaan merupakan wadah dan sumber pembelajaran, kedudukan perpustakaan sebagai salah satu sarana dan prasarana pendidikan yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran sehingga memegang peranan penting dalam terwujudnya tujuan pendidikan.
Hal ini dijelaskan pada Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan, perpustakaan sebagai salah satu sarana dan prasarana bagi pembelajaran sehingga menjadi “sumber daya pendidikan” yang penting akan keberadaannya.
Poin ini terdapat pada pasal 35 yang menyebutkan, “Setiap satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat harus menyediakan sumber belajar.

Perpustakaan adalah tempat yang dapat menyediakan ilmu pengetahuan dan pendidikan serta sebagai informasi bagi mahasiswa dan dosen. Deangan adanya perpustakaan, mahasiswa mahasiswa dapat mempertajam dan memperluas kemampuannya melalui membaca, menulis, berpikir dan juga berkomunikasi baik dengan teman, dosen dan staf perpustakaan.
Maka dari itu, tandas Ali Basyah perpustakaan dianggap sebagai jantung atau rohnya perguruan tinggi. Melihat pentingnya perpustakaan bagi perguruan tinggi, maka Kemenristekdikti dan Perpustakaan Nasional menyusun pedoman penyelenggaraan perpustakaan yaitu melalui Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 13 Tahun 2017 Tentang Standar Nasional Perguruan Tinggi.
Didalamnya dijelaskan bahwa perpustakaan harus memenuhi berbagai jenis koleksi, sarana dan prasarana, layanan perpustakaan, maupun hal lainnya yang terkait dengan kebutuhan penyelenggaraan perpustakaan. Layanan perpustakaan merupakan bagian terpenting dari perpustakaan, pemanfaatan koleksi yang dimiliki dapat dinikmati secara langsung oleh pemustaka.
Dengan layanan terbaik yang diberikan maka pemustaka akan merasa puas terhadap koleksi yang dimiliki perpustakaan. Layanan ini bila dilaksanakan oleh pustakawan, secara langsung berhadapan dengan pemustaka. Pustakawan dalam kinerjanya lebih mengarah kepada pemberian jasa bukan penerima jasa.
Oleh karena itu, tambah Ali Basyah untuk menjadi pustakawan yang profesional diperlukan pelatihan dan pendidikan secara khusus. Petugas perpustakaan harus memahami ilmu perpustakaan, karena aspek yang perlu diketahui dan dilaksanakan menunjang keberhasilan penyelenggara perpustakaan, terutama dalam melaksanakan jenis layanan sebagai kebutuhan untuk menikmati koleksi yang dimiliki perpustakaan. (rilis: pustakawan umla/editor: doni osmon)
