Prodi Manajemen UMLA, Kelasnya Inovatif- Mahasiswa Entrepreneur Ekonomi Kreatif
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Universitas Muhammadiyah Lamongan populer disebut UMLA, menangkap data minimnya tingkat pengusaha di negara Indonesia di bawah sepuluh persen. Dari data ini, menginspirasi Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Prodi Manajemen UMLA program inovatif. Salah satu Dosen FEB Prodi Manajemen sekaligus Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan (BAAK) UMLA, Abdul Majid, SE, MM, menyebutkan prodi manajemen UMLA mempunyai program unggulan kelas inovatif.
Seperti apa kelas inovatif tersebut? Abdul Majid menjelaskan bahwa mahasiswa manajemen UMLA di dalam kelas inovatif didik untuk menjadi seorang entrepreneur alias pengusaha. Maindset berfikirnya di dalam kelas ini mahasiswa di tempa dengan teori dan ilmu terapan bagaimana meraih masa depan dengan membuka lapangan pekerjaan.

Menurut Abdul Majid program kelas inovatif merupakan salah satu contoh dari perubahan dan perwujudan usaha Prodi Manajemen UMLA. Dengan membawa visi prodi yaitu untuk menumbuhkembangkan jiwa entrepreneurship. Kelas inovatif ini ditujukan untuk kuliah yang berbasis project dan ini didukung dengan hibah afirmasi dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi (Kemendikbudristek).
Menariknya project kelas inovatif ini, tandas Abdul Majid sudah ada empat kelompok atau tim, setiap kelompok ini merupakan gabungan dengan prodi lain yang masih mempunyai kaitan dengan project kelas inovatif seperti prodi biologi dan prodi farmasi.
Project kelas inovatif ini, lanjut Abdul Majid selama satu semester menggodok projectnya dengan tuntas. Setiap kelompok harus mampu membuat beberapa produk. Tidak sembaranbg produk yang dihasilkan, namun produk ini bagaimana bisa dipasarkan sekaligus lengkap perizinannya meliputi HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual).

Selain project kelas inovatif, tambah Abdul Majid, prodi manajemen UMLA juga mempunyai program unggulan Student Exchange (pertukaran mahasiswa antar negara maupun antar kampus di Indonesia), kampus mengajar, kerjasama mitra dunia industri, perbankan, dan program unggulan lainnya yang fokus untuk mencetak lulusan berkualitas pada bidang ekonomi kreatif.
“Lulusan UMLA ini di desain untuk berada di era global yang peluang pasar ekonomi kreatif sangat luas. Itu sebabnya harapannya lulusan manajemen UMLA bisa menciptakan pekerjaan sendiri, bukan berorientasi pada instansi,” tegas Abdul Majid yang juga pengusaha kuliner ini.
Sekedar diketahui, Abdul Majid menjelaskan kilas balik berdirinya Prodi Manajemen FEB UMLA ini bahwa Prodi Manajemen UMLA terakreditasi B (baik sekali). Sebelum bergabung universitas namanya STIK Muhammadiyah bersama STIE Paciran) masih terakreditasi C. Prodi Manajemen berlokasi di dua tempat, di kampus satu Paciran dan kampus dua di Plalangan Lamongan.
Saat ini Prodi Manajemen UMLA terus menata sistem, kurikulum, dan metode pembelajarannya. Hal itu diimbangi dengan merekrut dosen muda dari unsur perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi Muhammadiyah yang sudah terkreditasi unggul. (reporter: hamim maulana/editor: doni osmon)
