Perkuat Toleransi di Era Gen-Z, Mahasiswa PGSD UMM Bedah Strategi MODESTA di Ruang Kelas Digital
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kuliah tamu tematik MODESTA di Ruang Kelas Digital: Penguatan Moderasi Beragama melalui Literasi Digital pada Pembelajaran SD, Rabu (15/4) 2026. Tema ini bertujuan menjawab tantangan gempuran informasi digital sehingga penguatan nilai moderasi beragama menjadi krusial bagi calon pendidik sekolah dasar.
Hal ini sesuai dengan opening pemateri pertama Dosen Pendidikan Agama Islan (PAI) UMM, Fakhrudin Mukhlis, M.Irkh, yang membahas konsep filosofis moderasi beragama yang harus adaptif dengan perkembangan teknologi. Bahwa guru masa kini harus mampu menjadi filter di tengah riuhnya konten digital.

“Moderasi beragama (wasathiyah) merupakan sikap beragama yang berada di tengah, seimbang, dan tidak ekstrem, dengan menilai keadilan, toleransi, serta keseimbangan antara dunia dan akhirat maupun akal dan wahyu. Di era digital, moderasi beragama menjadi sangat penting untuk menangkal hoaks, ujaran kebencian, dan paham radikalisme. Oleh karena itu, generasi digital dituntut untuk bijak dalam bermedia, mampu menyaring informasi, serta menjaga etika dalam berkomunikasi,” ujar Fakhrudin.
Berikutnya, Dosen PGSD Universitas Ahmad Dahlan, Muhammad Ragil K, M.Pd, memberikan perspektif praktis implementasi literasi digital. Bahwa literasi digital bukan sekadar kemampuan mengoperasikan gawai, melainkan kemampuan berpikir kritis dalam menerima informasi. Dalam sesi simulasi, mahasiswa diajak merancang media pembelajaran kreatif yang mengandung unsur MODESTA (Moderasi Beragama Berbasis Literasi Digital).
Strategi ini diharapkan dapat mencegah penyebaran paham radikalisme atau intoleransi sejak usia dini melalui pendekatan yang menyenangkan bagi anak-anak. Literasi digital dalam moderasi Islam menekankan pentingnya kecakapan digital yang diimbangi integritas moral agar mampu menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat. Di era revolusi terdapat kesenjangan antara kemajuan teknologi dan kesiapan kompetensi manusia.

Sehingga diperlukan kemampuan berpikir kritis, adaptif, dan pembelajaran sepanjang hayat. Perubahan karakter generasi digital yang cenderung serba instan menuntut penguatan karakter serta pemanfaatan teknologi secara bijak.
Sebagai tambahan, menarik saat kuliah tamu kali ini sebab berbeda dengan acara kuliah tamu sebelumnya, peserta diminta mengisi google form (pre Test) terlebih dahulu bertujuan untuk mengetahui sejauh mana peserta kuliah tamu dapat memahami tentang tema yang dibawakan pemateri.
Sebab fokus utama kegiatan ini adalah membekali para calon guru agar mampu mengintegrasikan nilai-nilai toleransi dan keberagaman ke dalam kurikulum sekolah dasar melalui platform digital.

Antusiasme peserta tampak ketika sesi tanya jawab tentang tantangan menghadapi konten negatif di media sosial yang sering diakses oleh siswa SD. Dengan terselenggaranya kuliah tamu ini, diharapkan lulusan PGSD kedepan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga menjadi agen perdamaian yang moderat di dunia pendidikan.
Opening kuliah tamu ceremony lagu kebangsaan, mars muhammadiyah, serta doa. Hiburan musikalisasi puisi dan foto bersama peserta, unsur dosen, dan nara sumber. Sementara closingnya aksi menyanyi kolaborasi mahasiswa PGSD angkatan 2023 dan 2025. (humas pgsd umm/najwa andiena putri)
