PMM UMM Prokernya Unik di Bromo, Mulai Tradisi, Budaya, Sains, Hingga Maggot BSF
TABLOIDMATAHATI.COM, PASURUAN— Program kerja Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (PMM UMM) ini tergolong unik. Sebab dilakukan di kawasan wisata Bromo. PMM UMM ini terdiri dari mahasiswa jurusan Teknologi Pangan dan Akuntansi atas nama Muhammad Azizzan Al Ghifari (koordinator) bersama Kanaya Aathifah Purnomodjati, Nasywa Anindya Nurshafa Faizza, Muhammad Alvito Arkananta, dan Alya Nurhidayah. Mereka dalam melaksanakan PMM UMM di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Drs. Noor Aziz, MM.

Menurut Muhammad Azizzan Al Ghifari, PMM UMM ini melaksanakan proker di Desa Tosari, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, selama sebulan sejak 21 Juli – 19 Agustus 2025. Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) ini adalah untuk mengaplikasikan Hilirisasi hasil penelitian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Salah satu bentuk hilirisasi adalah melestarikan budaya seperti upacara Adat Karo bersama warga Tengger di pura.
Selain itu, kata Muhammad Azizzan Al Ghifari juga menyaksikan euforia Lomba gerak jalan SD se-Kecamatan Tosari. Hal ini sebagai kolaborasi ilmu dari dapur hingga rimbun kebun bersama ibu-ibu Dharma Wanita, berinovasi mengolah singkong dan jagung lokal jadi camilan bernilai jual.

Pelatihan maggot BSF jadi momen bagaimana sampah dapur berubah jadi pakan ternak bergizi sekaligus solusi limbah organik. Di SDN 1 Tosari, PMM UMM memberikan edukasi karya ilmiah bagaimana membuat gunung berapi mini menggunakan campuran cuka dan soda kue. Hal ini bentuk belajar sains dengan menyenangkan. Bahkan botol bekas pun disulap jadi celengan unik, mengajarkan menabung sambil menjaga bumi.
Anggota PMM UMM yang lain, Muhammad Alvito Arkananta, mengungkapkan juga bersama warga menanam tomat dan merasakan sensasi memanen kentang dari tanah vulkanik subur Tosari. Termasuk PMM UMM juga mengajar anak-anak setempat mengaji di madin (madrasah diniyah) dan motivasi belajar menjadi penutup hari yang sempurna di tengah hawa dingin pegunungan.

Dijelaskan Alvito, selama sebulan mahasiswa PMM UMM mengajarkan lebih dari sekadar teori. Kehangatan warga, sakralnya ritual Karo, dan semangat tak kenal lelah anak-anak Tosari mengukir memori abadi. Terima kasih tak terhingga untuk seluruh keluarga besar Desa Tosari yang membuka pintu hati, menjadikan kami bagian dari cerita kalian. Setiap tetes keringat dan senyuman di sini akan kami bawa pulang sebagai bekal bermakna. Salam rindu dari lereng Bromo. (tim kkn berdampak umm desa tosari/don)
