Yudisium Prodi Ekonomi Pembangunan UMM, Testimoni Alumni Sukses-Hadir Wisudawan Asal Afrika
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Kemarin (15/2) Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) menggelar yudisium periode I tahun 2023. Prodi Ekonomi Pembangunan merupakan bagian dari berbagai prodi dio FEB UMM mengantarkan lulusan sebanyak 43 mahasiswa.
Saat yudisum dosen Prodi Ekonomi Pembangunan, Dra. Dwi Susilowati, MM, menyampaikan orasi ilmiah tentang kebangkitan ekonomi Indonesia. Memulai dengan menceritakan bagaimana keadaan ekonomi Indonesia pada masa pandemi covid-19 dimana angka kemiskinan dan pengangguran tinggi. Pada awalnya angka berada pada tingkat 3 persen dan menjadi menurun bahkan mencapai negatif.

Tetapi disamping itu semua Indonesia saat ini menjadi salah satu negara yang berhasil secara cepat bangkit dari pandemi. Pandemi memiliki berkah terselubung karena menciptakan gelombang ekonomi baru.
Apa saja gelombang ekonomi baru tersebut? Dwi menyebutkan ada tiga yaitu ekonomi digital, ekonomi kreatif, dan ekonomi lingkungan yang menurutnya patut dipertimbangkan di masa mendatang.

Kata Dwiterkaitekonomi digital, menurut perkiraan nilainya akan mencapai 360 Miliar US Dollars pada tahun 2030. Menyebutkan sesuatu yang menarik, tingkat ekonomi digital Indonesia berada di bawah tetapi untuk nilai total berada pada posisi pertama di Asia Tenggara dan itu menunjukkan pertumbuhan yang masih rendah.
Beberapa permasalahan yang bisa diatasi kedepannya adalah memaksimalkan penggunaan telepon seluler dan internet agar lebih produktif dan juga infrastruktur jaringan di beberapa daerah pelosok masih minim serta juga masih banyaknya yang belum melek digital meskipun di daerah perkotaan.

Sainey A. Bojang, SE,
Selanjutnya terkait ekonomi kreatif yang menurut Dwi tidak kalah penting dengan ekonomi digital. Ekonomi kreatif berkembang pesat saat di masa pandemi yang lahir dari ide, pengetahuan, dan ketrampilan. Ekonomi kreatif memberikan kontribusi besar dalam pembangunan berkelanjutan (SDG’s) seperti pada poin membantu mengurangi kemiskinan, pertumbuhan ekonomi dan menciptakan inovasi.
Secara wilayah, Jawa Barat memiliki usaha ekonomi kreatif paling tinggi se-Indonesia disusul dengan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sedangkan luar jawa masih minim karena pembangunan belum merata. Salah satunya ekonomi kuliner, menduduki ranking 3 internasional ekonomi kreatif kuliner
Berikutnya Dwi menjelaskan tentang ekonomi lingkunganyangbisa didefinisikan sebagai ilmu ekonomi yang berhubungan dengan inovasi sumber daya lingkungan yang efisien dan berhubungan dengan pembangunan berkelanjutan (SDG’s).

Dwi memantik dengan permasalahan lingkungan yang timbul disebabkan oleh manajemen lingkungan yang buruk. Penelitian menunjukan 2000-2015 terjadi penyusutan hutan sebanyak 3,6 juta hektare atau 60 kali luas Jakarta. Ini menunjukkan Indonesia masih belum ramah lingkungan didukung dengan data rangking Asean dan Internasional yang dimana Indonesia masih menempati peringkat rendah.
“Satu hal yang penting adalah kebangkitan ekonomi harus dimulai dengan inovasi, digital, kreatif, dan tentu berlingkungan. Ada sedikit pesan untuk wisudawan wisudawati bahwa dunia akan berubah, kegiatan ekonomi akan berubah, dan saudara sendiri akan berubah jadi jangan takut dengan perubahan,” ujar Dwi.
Wakil Dekan I FEB UMM, Dr. Widayat, MM, membacakan SK kelulusan terbaik. Untuk lulusan terbaik Prodi Ekonomi Pembangunan disebutkan tiga nama teratas yaitu Ivenda Septania Nuru Biatmoko, SE, IPK 3,89 asal Mojokerto, Sainey A. Bojang, SE, IPK 3,83, asal Gambia Afrika Barat, dan Aprilia Prastika, SE, IPK 3,79 asal Malang. Selain itu Ivenda Septania Nuru Biatmoko SE juga menempati posisi pertama terbaik tingkat fakultas.

Mewakili mahasiswa FEB UMM, Sainey A. Bojang, SE, asal Gambia Afrika Barat, Sainey A. Bojang, SE, dari Prodi Ekonomi Pembangunan mengungkapkan dirinya merasa terhormat bisa mewakili teman-temannya menyampaikan rasa bahagia atas perjalanan studi yang telah dilalui bersama.
“Sebagai anggota pertama keluarga saya yang lulus dari perguruan tinggi saya tidak menerima begitu saja. Kami semua telah belajar banyak, satu hal yang dapat saya katakan dengan pasti adalah kita semua menjadi lebih bertanggung jawab. Kami menerima pendidikan yang sangat baik disini,” pungkas Sainey. (reporter: hamara/editor: doni osmon)
