UMKM Keripik Desa Selorejo
TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Mitra Dosen yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang serta di inisaiasi oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat atau DPPM dengan tema ”Pendampingan Rencana Pengembangan Potensi Desa dan UMKM Terintegrasi di Desa Selorejo”. Dengan Dosen Pembimbing Lapang Ibu Firdha Aksari Anindyntha, S.E., M.Ec.Dev dan Bapak Setyo Wahyu Sulistyono S.E., M.E. Dengan anggota kelompok Emylia Rosa Hartanti, Dhiyo Narmiana Putri, Della Istikha Pramesti, Muhammad Affan Hanafi dan Shena Adibya Efendi. Lokasi kegiatan yang dilakukan adalah di salah satu rumah produksi pelaku UMKM keripik di Desa Selorejo Kabupaten Blitar, tanggal 2 Februari 2024. Sasaran yang kami tuju adalah pelaku UMKM.
UMKM keripik Desa Selorejo termasuk ke dalam komoditas besar yang terletak pada Dusun Darungan. Jumlah pengusaha keripik pada Desa Selorejo terdapat 12 orang dengan jumlah produksi, omset dan jumlah pekerja yang berbeda-beda. Usaha keripiki di Desa Selorejo terkhusus Dusun Darungan ini telah menjadi usaha turun-temurun yang telah dilakukan dari 10-20 tahun silam. Jenis keripik yang diproduksi oleh kebanyakan produsen adalah keripik singkong, keripik pisang, keripik keladi dan sale.
Salah satu pengusaha keripik dengan skala besar adalah Bapak Samsul dengan merk “keripik Bismo”. Jenis keripik yang dijual adalah keripik pisang, keripik pisang bulat dan sale. Variasi harga dari keripik-keripik tersebut adalah keripik pisang 25.000/2kg, keripik pisang bulat 37.000/2kg dan sale 35.000/2kg. Usaha bapak Samsul ini telah mencapai omset sebesar 35 juta per ton dan mampu memproduksi sebanyak 1 ton dalam kurun waktu satu bulan. Jumlah pekerja yang dipekerjakan adalah 8 orang. Pemasaran dari “Keripik Bismo” ini sudah sampai keluar kota baik itu diambil pengepul maupun diantar sendiri. Setiap usaha tentunya memiliki permasalahan tersendiri, permasalahan pada usaha yang dimiliki Bapak Samsul ini adalah kesulitan mencari bahan baku pisang, karena jenis pisang yang dimiliki cukup sulit didapatkan dan tidak banyak yang menanam jenis pisang tersebut. Kesulitan dalam pencarian bahan baku ini dapat menjadi hambatan dalam proses produksi dari keripik ini sendiri, pasalnya usaha ini sudah memiliki banyak peminat dan adanya permintaan setiap hari. Sehingga bahan baku yang sulit dicari menhadi hambatan yang sangat pelik. (rilis: pmm mitra dosen umm)
