Inovatif, KKN Berdampak Kelompok 138 UMM Olah Sampah Jadi Kompos-Basmi Hama Pakai Pestisida Nabati
MALANG – Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang pengabdian masyarakat yang dilakukan mahasiswa KKN Berdampak Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kelompok 138 Desa Tempursari, Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang, sangat inovatif bagi warga setempat dapat dirasakan manfaatnya. Menurut dijelaskan Ketua KKN 138 UMM, Muhammad Abrar Ibrahim disapa Abrar program kerja (proker) unggulan KKN 138 UMM menghadirkan program berbasis lingkungan dan pertanian, yakni pengolahan sampah organik menjadi kompos dan pembuatan pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian hama tikus.

Abrar lantas mengatakan saat melaksanakan proker ini, selain dirinya juga ada tim KKN 138 UMM atas nama Karimatus Solihah (sekretaris), Annisa Tri Wulan Sari (bendahara), Naila Rizkina Ulya (co-publikasi dokumentasi), Devina Nafra Anggraita, Miranti, Binta Sania Maulidya.
Berikutnya Indah Agustin (co-humas), Aldhini Islami Putri, Andi Nadya Aulia, M. Zaidanir Rizqulloh. Azkia Naisa Zulfa (co-div kesehatan), Alvita Ardelia Ayu, Aulia Griselda Maryam, Esa Yulienty, Lily Anindhita Dwi Ramadhani (co-div program dan pengabdian), Muhammad Daffa Rizki Ferdiansyah, Danniar Queen Malinda, Hanina Azma Asisa, Ian Azure Zenith.

Sementara Luthfi Arbaul Jihad (co-div keagamaan dan kemasyarakatan), Arnida Rachman Carish Hardianti, Ghassani Nurul Amalia. Ahmad Ziyat Arrizki (co-div perkab), Maulana Faiz Abidin, Dio Widyantoro, Adjie Gagah Saputra, dan Moh Bagas Fais Saputra. Mereka yang tergabung KKN 138 UMM ini di bawah arahan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Fadjar Ramdhani Setyawan, SH, MH.
Dijelaskan Abrar, program pestisida nabati dilaksanakan pada 6 dan 13 Agustus 2026 di Desa Tempursari Selatan dengan sasaran petani. Kegiatan dilatarbelakangi serangan hama tikus yang mengganggu lahan pertanian warga.

Penyuluhan tentang pestisida ini disambut antusias petani, dengan interaktif tanya jawab, serta pemberian peralatan penyemprotan pestisida. Pestisida dibuat melalui perendaman bahan nabati selama sekitar 24 jam untuk menghasilkan ekstrak beraroma menyengat yang diharapkan membantu mengusir tikus.
Di tempat berbeda, tim KNN 138 UMM, Ghassani Nurul Amalia, menjelaskan proker kompos dilaksanakan Rabu (12/8) dengan peserta anggota PKK Desa Tempursari. Saat pemaparan materi, mahasiswa KKN memanfaatkan galon bekas sebagai wadah komposter aerob dengan metode layering berupa daun kering, sampah dapur, tanah, dan air beras. Sebelumnya, metode tersebut diuji selama 12 hari di belakang posko dan menghasilkan kompos tanpa bau busuk dengan kelembapan serta sirkulasi udara yang terjaga. Menariknya metode ini juga dikonsultasikan kepada Prof. Dr. Ir. Warkoyo, M.P, IPM, dosen bidang Ilmu dan Teknologi Pangan.
Melalui program tersebut, KKN UMM Kelompok 138 berharap warga dapat memanfaatkan bahan di sekitar secara mandiri untuk mendukung pengelolaan lingkungan dan pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Sementara itu, Ketua RT 25, Gunawan, memberikan apresiasi atas inovasi pestisida nabati KKN 138 UMM ini. Sebab saat uji coba ada hasil efektif mengusir hama tikus. Bahannya juga mudah didapat karena berasal dari bahan-bahan yang ada di dapur. Bahkan anggota PKK dan para petani antusias bertanya metode dan penggunaannya. (tim kkn 138 umm)
