Tingkatkan Daya Saing Pasar, Tim Dosen S2 Perekonomian Islam dan Industri Halal (PIIH) Unesa Latih UMKM PKK Wiyung Kembangkan Produk Bersertifikat Halal
TABLOIDMATAHATI.COM, SURABAYA – Tim dosen S2 Perekonomian Islam dan Industri Halal (PIIH) Universitas Negeri Surabaya (UNESA), melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan mitra pengabdian pelaku UMKM PKK Wiyung, Surabaya sejak Februari-Juli 2025 lalu.

Pelaksanaan PKM ini dijelaskan Ketua Tim PKM dosen Unesa Dr. Arasy Fahrullah. Bahwa selain dirinya tim PKM beranggotakan Dr. Khusnul Fikriyah, Dr. Ahmad Ajib Ridlwan, Dr. Moch. Khoirul Anwar, dan Dr. Azidni Rofiqo. Tim dosen Unesa tersebut melaksanakan pengabdian masyarakat dengan judul Pengembangan Produk Olahan Lokal Bersertifikat Halal untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM di Wiyung Brantas Permai.
Secara umum dijelaskan Arasy Fahrullah, kehadiran tim dosen Unesa memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi UMKM PKK Wiyung. Permasalahan yang ditemukan sekaligus solusi yang ditawarkan oleh tim PKM dosen S2 PIIH Unesa adalah masih kurangnya pemahaman tentang produksi produk halal dan sertifikasi halal. Sedangkan solusi yang dilakukan melaksanakan pelatihan produksi produk halal, pelatihan sertifikasi halal, dan pelatihan pemasaran digital.

Dari kegiatan tersebut, tandas Arasy Fahrullah, tim PKM Unesa dapat memberikan kontribusi mendasar pada khalayak dengan meningkatkan kemampuan UMKM dalam memproduksi dan memasarkan produk halal yang bersertifikat, sehingga meningkatkan daya saing di pasar.
Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM dalam memproduksi produk olahan lokal yang bersertifikat halal, serta meningkatkan daya saing melalui kemasan dan branding. Materi pengabdian masyarakat kepada mitra UMKM PKK Wiyung diantaranya, penyampaian panduan tentang proses halal, produksi halal, sertifikasi, dan branding produk, bagaimana pemanfaatan media sosial, template flyer digital, labelisasi, penyesuaian logo halal, dan informasi produk. Untuk mengukur keberhasilan program, dilakukan pre-test dan post-test terhadap peserta (anggota PKK Wiyung) yang mengikuti pelatihan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan.

Dengan adanya pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh peningkatan pemahaman, tetapi juga keterampilan yang aplikatif dalam meningkatkan kualitas produk mereka. Tindaklanjut dari kegiatan ini akan dibantu oleh mitra lokal melalui kegiatan komunitas rutin. (rilis: tim pkm dosen unesa/don)
