Tiga Ortom Bahas Fiqih Bencana-Sistem Operasi MDMC
TABLOIDMATAHATI.COM, TURI – Pada (21/11) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Turi Majelis Pembinaan Kader, Sumber Daya Insani (MPKSDI), Resiliensi Bencana, Pustaka, dan Informasi, menggelar acara berjudul Kajian Fiqih Bencana dan Sistem Operasi Bencana MDMC.”
Pemaparan M Nur Khairudin, seorang ahli Bidang Tanggap Darurat LRB Sleman, dengan panggilan akrab Ndan Enka. Dalam presentasinya, Enka menjelaskan bahwa fiqh bencana lahir dari pemikiran MDMC dan Majelis Tarjih. Dia menggambarkan bagaimana seorang Muslim seharusnya bersikap dalam situasi bencana, menghadapi kesulitan dalam menjalankan agamanya.
Enka menekankan bahwa bencana dapat dipandang sebagai ujian, musibah namun juga sebagai anugerah. Referensi Al-Qur’an, Surah An-Nisa ayat 79, “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.” (an Nisa : 79).
Segala nikmat berasal dari Allah dan bencana dapat menjadi konsekuensi dari tindakan manusia sendiri. Oleh karena itu, penting untuk tidak salah menilai bencana dan menghindari angan-angan yang tidak sesuai, seperti merasa tidak adil karena orang-orang yang berbuat maksiat terlihat aman.
Dalam konteks fiqh agama, Enka memaparkan lima aspek penting, yaitu menjaga aqidah, jiwa, akal, keturunan, dan harta benda. Ini merupakan panduan bagi umat Muslim untuk menjalani kehidupan di tengah-tengah cobaan, menjaga integritas spiritual dan material.
Dukungan terhadap kajian fiqh bencana juga datang dari Drs. Bambang Rahmanto, yang mewakili PCM Turi. Beliau setuju bahwa pemahaman mengenai fiqh bencana sangat penting, terutama karena Turi memiliki banyak potensi bencana. Persiapan, perangkat, dan Sumber Daya Manusia (SDM) perlu disiapkan sedini mungkin untuk menghadapi potensi risiko bencana.
https://googleads.g.doubleclick.net/pagead/ads?client=ca-pub-3863481051098582&output=html&h=280&adk=1741644774&adf=2411709791&pi=t.aa~a.2820693189~i.19~rp.4&w=696&fwrn=4&fwrnh=100&lmt=1700697728&num_ads=1&rafmt=1&armr=3&sem=mc&pwprc=9735646228&ad_type=text_image&format=696×280&url=https%3A%2F%2Fbuletinsleman.com%2F2023%2F11%2F22%2Fkajian-fiqih-bencana-dan-sistem-operasi-mdmc-memahami-sikap-muslim-dalam-menghadapi-bencana%2F&ea=0&host=ca-host-pub-2644536267352236&fwr=0&pra=3&rh=174&rw=696&rpe=1&resp_fmts=3&wgl=1&fa=27&uach=WyJXaW5kb3dzIiwiMTAuMC4wIiwieDg2IiwiIiwiMTE5LjAuNjA0NS4xNjAiLG51bGwsMCxudWxsLCI2NCIsW1siR29vZ2xlIENocm9tZSIsIjExOS4wLjYwNDUuMTYwIl0sWyJDaHJvbWl1bSIsIjExOS4wLjYwNDUuMTYwIl0sWyJOb3Q_QV9CcmFuZCIsIjI0LjAuMC4wIl1dLDBd&dt=1700697727275&bpp=2&bdt=6656&idt=2&shv=r20231109&mjsv=m202311090101&ptt=9&saldr=aa&abxe=1&cookie=ID%3D2aa011da1fc529c7-220dd372d3e20004%3AT%3D1691921719%3ART%3D1700487411%3AS%3DALNI_MYfCdUy3PhRCj9TWJvOb-a9B1coYQ&gpic=UID%3D00000c2c0ca157af%3AT%3D1691921719%3ART%3D1700487411%3AS%3DALNI_Mbm7WVyMJ8_L0RU59SSmOp5E8hB_Q&prev_fmts=0x0%2C1164x280%2C696x280%2C324x250&nras=5&correlator=3017646888566&frm=20&pv=1&ga_vid=560090142.1670590646&ga_sid=1700697726&ga_hid=154833787&ga_fc=1&u_tz=420&u_his=1&u_h=768&u_w=1366&u_ah=728&u_aw=1366&u_cd=24&u_sd=1&dmc=4&adx=135&ady=2721&biw=1337&bih=637&scr_x=0&scr_y=600&eid=44759876%2C44759927%2C44759837%2C31079266%2C31079606%2C31079758%2C44795921%2C31078297%2C31079653%2C44807405%2C44800658%2C44807497%2C44807764%2C44808148%2C44808285%2C44809053%2C318512601%2C31078663%2C31078665%2C31078668%2C31078670&oid=2&pvsid=1799534558264184&tmod=222750853&uas=0&nvt=1&fc=1408&brdim=-2%2C1%2C-2%2C1%2C1366%2C0%2C1370%2C731%2C1354%2C637&vis=1&rsz=%7C%7Cs%7C&abl=NS&cms=2&fu=128&bc=31&td=1&psd=W251bGwsbnVsbCwibGFiZWxfb25seV8zIiwxXQ..&nt=1&ifi=4&uci=a!4&btvi=3&fsb=1&dtd=861 Sebagai kesimpulan, kajian ini menggarisbawahi pentingnya persiapan mental dan fisik umat Muslim dalam menghadapi cobaan bencana. Dengan melibatkan berbagai pihak, seperti MDMC dan PCM Turi, diharapkan masyarakat dapat lebih siap dan tanggap dalam menghadapi potensi risiko bencana di wilayah mereka. (arief hartanto)
